Scroll to Top
Fakta Gempa Merusak di Pulau Bacan Halmahera Selatan
Posted by maxfm on 27th Februari 2021
| 349 views
Gempa Merusak di Pulau Bacan Magnitudo 5,0 pada 26 Februari 2021 [Foto : Medsos Daryono]

MaxFM, Waingapu – Gempa dengan magnitudo 5,0 terjadi di Pulau Bacan Halmahera Selatan pada hari Jumat, 26 Februari 2021 pukul 19.02.32 WITA



Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan episenter gempa terletak di darat pada jarak 12 km arah timurlaut Kota Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara dengan kedalaman hiposentar 10 km, lajut Daryono gempa ini merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar lokal dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Masih kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono ada dugaan bahwa sesar pembangkit Gempa Bacan ini memiliki kaitaan dengan jalur Sesar Sorong-Bacan, karena di jalur sesar mendatar biasa terdapat zona transtensional dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault). Sebagai contoh kata dia, Sesar Besar Sumatra dengan mekanisme geser tetapi ada segmen yang mekanismenya turun seperti Graben Sianok di Sumatra Barat.




Peta Lokasi Gempa di Pulau Bacan Halmahera Utara [Foto : Istimewa]

Lanjut Daryono, dampak gempa ini berupa guncangan dan dilaporkan warga sangat kuat mencapai skala intensitas V-VI MMI di pulau Bacan dan menimbulkan terjadinya kerusakan beberapa bangunan rumah dan melukai seorang warga, sementara itu kata dia hasil monitoring BMKG hingga malam tadi ( 26/02/2021) baru terjadi satu kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3.7 pada pukul 21.52.14 WITA.



Dalam catatan sejarah kata Daryono, wilayah pulau Bacan memang rawan gempa, di wilayah ini beberapa kali pernah terjadi gempa kuat dan merusak pada masa lalu, tercatat di pulau Bacan dan sekitarnya pernah terjadi gempa merusak pada 27 November 1961 magnitudo 6,2, pada 16 April 1963 magnitudo 7,1, pada 2 Agustus 1992 magnitudo 6,3 dan pada 16 Juli 2019 magnitudo 7,2 menyebabkan 4 orang meninggal dunia, 50 menderita luka-luka, sebanyak 971 bangunan rumah rusak.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons