Scroll to Top
Arniati Temukan Mayat Bayi di Selokan
Posted by maxfm on 27th November 2020
| 693 views
Ketua RT 26, Dongga Lalu Panda menunjuk lokasi ditemukan kantong kresek berisi jenasah bayi. (FOTO:ONI)

MaxFM, Waingapu – Arniati Dangan Hida (11) Warga Kampung Kota Kalimbung, RT 26, RW 09, Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, menemukan mayat bayi perempuan di selokan saat mandi Rabu (25/11/2020). Temuan jenasah bayi perempuan yang terbungkus kantong kresek merah ini lantas menghebohkan masyarakat setempat.

Ketua RT 26, RW 09, Kelurahan Kawangu, Dongga Lalu Panda (51) kepada wartawan di kediamannya, Kamis (26/11/2020) menjelaskan, penemuan jenasah bayi perempuan ini terjadi sekitar pukul 13:00 Wita saat Arniati bersama kakaknya mencuci pakaian tidak jauh dari lokasi ditemukannya kantong kresek merah berisi jenasah bayi tersebut.

Dongga Lalu Panda menuturkan, setelah membantu kakaknya mencuci pakaian, Arniati kemudian mandi dengan berenang di air selokan tersebut. Namun kemudian jepit rambutnya jatuh dan hanyut dibawah air, sehingga Arniati memutuskan menyelam untuk mencari jepit rambutnya.



Namun saat menyelam di air selokan dengan kedalaman sekitar satu meter tersebut, Arniati melihat kantong kretek merah yang dikiranya adalah jepit rambut miliknya, sehingga Arniati mengangkat kantong kresek tersebut dan dibawa ke darat, yang ternyata adalah jasad bayi perempuan yang baru dilahirkan dan diduga belum lama dihanyutkan ke air selokan tersebut.

“Dia (Arniati Danga Hida) pikir itu jepit rambutnya yang hanyut. Jadi dia ambil ternyata berat, dan setelah dibawa keluar ke darat, ternyata ada mayat bayi,,” jelas Dongga.

Dongga mengaku pada saat ditemukan jenasah bayi tersebut, dirinya sedang beristirahat karena kurang sehat. Karena itu, setelah dirinya menerima kabar temuan jenasah bayi ini, Dongga melarang warganya menyentuh jenasah bayi tersebut dan meminta dua warganya melaporkan kejadian ini kepada ketua RW,

Temuan jasad bayi ini menghebohkan kampung kecil dengan 30-an rumah ini karena tidak pernah membayangkan adanya tindakan kejahatan pembuangan bayi akan terjadi di kampung tersebut. Bahkan semua warga yang ada di kampung Kota Kalimbung lalu keluar dan ikut menyaksikan temuan jasad bayi tersebut.

“Waktu temukan bayi ini, ibunya (pelaku buang bayi, Red) juga ikut menyaksikan dan tampak biasa saja,” urainya.

Dongga menambahkan, setelah mengetahui bahwa isi kantong kresek merah tersebut adalah jasad bayi baru lahir, dirinya memerintahkan dua orang warganya untuk melaporkan ke ketua RW 09, Ndawa Lu, dan pihak Kepolisian di Polsek Pandawai. Karena itu, jenasah ini lalu dijemput pihak kepolisian dan dokter dari RSUD URM Waingapu sekitar pukul 17:00 Wita.



“Waktu temukan jenasah bayi ini, pelakunya juga ikut lihat santai saja. Tapi waktu polisi dan dokter datang, baru dia menghilang. Jadi polisi menduga dia pelakunya, dan sekitar pukul 22:00 Wita polisi datang lagi dan bawa dia ke kantor polisi,” jelasnya.

Dongga mengaku jenasah bayi perempuan ini bisa saja tidak ditemukan, jika Arniati tidak menyelam mencari jepit rambutnya Rabu (25/11/2020) siang. Karena malam harinya turun hujan yang cukup lebat di wilayah tersebut sampai mengakibatkan banjir. “Kalau kemarin (Rabu, 25/6/2020) Arniati tidak temukan, pasti sudah hanyut dibawa banjir dan tidak akan ketahuan, atau baru ditemukan di tempat lain,” tandasnya.

Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.Ik yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (26/11/2020) membenarkan adanya penemuan jenasah bayi di Kampung Kota Kalimbung Rabu (25/11/2020) dan terduga pelaku berinisial LDN (33) sudah diamankan aparat kepolisian dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik di ruang PPA, Mapolres Sumba Timur.




Dijelaskannya, anggotanya di Polsek Pandawai menerima laporan melalui sambungan telepon, Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 14:00 Wita. Kemudian dibawah pimpinan Kapolsek Pandawai, Iptu I. Made Murdja bersama sejumlah anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Diperkirakan jenasah bayi ini sudah meninggal sehari sebelum ditemukan,” jelasnya.

Sedangkan mengenai kondisi jenasah bayi tersebut, Handrio menjelaskan aparat kepolisian dari Polsek Pandawai bersama tim dokter langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rata Meha (RSUD URM) Waingapu untuk dilakukan pemeriksaan visum dan juga autopsi, guna memastikan usia dan rentang waktu yang tepat antara meninggalnya bayi tersebut.



“Hasil visum luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh bayi ini, sedangkan hasil autopsinya masih ditunggu,” jelasnya.

Terhadap perbuatan pelaku ini, Handrio menjelaskan ancaman hukuman maksimalnya adalah sembilan tahun penjara, sebagaimana diatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 306 ayat 2. Namun saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk memastikan unsur-unsur yang dilanggar pelaku.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons