Scroll to Top
KPU Berharap Tidak Ada Klaster Pilkada
Posted by maxfm on 15th September 2020
| 199 views
Ketua KPU Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Landi, ST [Foto: ONI]

MaxFm, Waingapu – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Timur mengharapkan dalam pelaksanaan Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Sumba Timur yang dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19 saat ini tidak melahirkan klaster Pemilukada, atau klaster pasangan calon. KPU himbau Bapaslon dan masyarakat tertib melaksanakan protokol kesehatan.

Ketua KPU Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Landi, ST menyampaikan hal ini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2020). Dijelaskannya untuk menghindari hal tersebut, pihaknya sudah berusaha menerapkan semua protokol kesehatan sejak kembali dilanjutkan tahapan Pemilukada, termasuk saat menerima pendaftaran Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) pada masa pendaftaran beberapa waktu lalu.

“Kita tidak ingin ada yang namanya klaster Pemilukada, jadi kita laksanakan semua protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.




Diuraikannya dalam proses penerimaan berkas pendaftaran Bapaslon beberapa waktu lalu, pihaknya hanya mengijinkan Bapaslon bersama ketua dan sekretaris partai pengusung dan penghubung Bapaslon untuk masuk ke dalam ruang pendaftaran. Bahkan pendukung dan simpatisan Bapaslon juga dibatasi hanya 50 orang yang boleh masuk ke dalam lingkungan kantor KPU Kabupaten Sumba Timur, setelah melalui pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas.

Bahkan untuk memastikan dokumen yang dibawa Bapaslon tidak terdapat virus Sars-Cov 2, pihaknya meminta untuk dokumennya dimasukkan di media yang dapat disemprot disinfektan sebelum dibuka untuk diperiksa kelengkapan dan keabsahannya.



“Kita minta semua diisi dalam map plastik, dan kedua Bapaslon kita lakukan hal ini,” jelasnya.

Selanjutnya, Oktavianus menambahkan pihaknya juga sudah menyampaikan kepada Bapaslon dan tim suksesnya agar dalam melaksanakan sosialisasi atau pertemuan keluarga tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada, yakni dengan tertib memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, menjaga jarak dan tidak menciptakan kerumunan.




“Kita juga sedang mencoba untuk nantinya bisa melakukannya melalui webinar atau lainnya, agar masyarakat juga tahu kalau hadir dalam pertemuan apa yang harus dilakukan agar tetap aman dari paparan Covid-19,” urainya.

Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbiliyora, M.Si kepada awak media di depan ruang kerjanya, Selasa (15/9/2020) menjelaskan dirinya sudah menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 29 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur.



Karena itu, selain mensosialisasikan Perbup ini kepada masyarakat, pemerintah melalui gugus tugas dan tim terkait akan melakukan pendekatan-pendekatan dengan kedua Bapaslon untuk tertib melaksanakan protokol kesehatan saat melakukan sosialisasi atau pertemuan keluarga. Karena semua pihak harus ikut mengambil bagian dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 di Sumba Timur, termasuk Bapaslon dan partai politik.

“Saat ini ada enam pasien yang sedang diisolasi di RSUD URM Waingapu, sehingga kita harapkan semua bisa ikut mengambil bagian agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Sumba Timur,” harapnya.



Ditambahkannya untuk pelaksanaan Perbup ini, pihaknya sudah melakukan rapat bersama dengan Forkopimda dan unsur-unsur terkait untuk nantinya disosialisasikan ke masyarakat dan diterapkan sanksi-sanksi yang sudah ditetapkan dalam Perbup ini.

“Ada sanksi sosial, dan juga sanksi administrasi, dan yang terberat adalah mencabut ijin usaha atau ijin pengelolaan tempat umum bagi pengusaha atau pengelola dan penanggung jawab tempat-tempat umum yang terus mengabaikan pelaksanaan protokol kesehatan,” tandasnya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons