Scroll to Top
Tepati Janjinya, Gubernur Pindahkan Pencuri Ternak di Sumba ke Nusakambangan
Posted by maxfm on 20th Juli 2020
| 2365 views
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Saat memimpin Rakor Pemda Se NTT di Lambanapu Sumba Timur (21/12/2019) [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFm, Waingapu – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menepati janjinya untuk memindahkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana kasus pencurian ternak di Sumba ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) diluar Provinsi NTT. Untuk tahap pertama, tiga WBP dari Lapas Kelas II Waikabubak dipindahkan ke Lapas Nusakambangan di Jawa Tengah, Senin (20/7/2020).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu kepada maxfmwaingapu.com melalui sambungan telepon, Minggu (19/7/2020) malam menegaskan pemindahan lokasi pembinaan bagi tiga WBP ini sebagai bukti ketegasan pemerintah Provinsi NTT dibawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Joseph Adrianus Nae Soi.

“Ini bukti bahwa pemerintah provinsi tidak main-main untuk memberikan tindakan tegas kepada tindakan-tindakan melanggar hukum dari warga masyarakat yang mengganggu kenyamanan masyarakat di NTT,” tegasnya.




Karena itu, kepada seluruh warga masyarakat Sumba dan masyarakat NTT umumnya diminta untuk jangan lagi bermain-main dan mencoba untuk tetap melakukan aksi pencurian ternak di NTT atau melakukan tindakan kejahatan yang mengganggu kenyamanan masyarakat yang dapat mengganggu proses pembangunan di NTT. Sebab tidak hanya WBP kasus pencurian ternak yang akan dipindahkan tempat pembinaannya keluar NTT, melainkan kasus-kasus lain juga akan dilakukan.

“Tidak hanya kasus pencurian ternak di Sumba, tetapi kasus lain di seluruh NTT yang dinilai menggangu kenyamanan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi, akan dipindahkan lokasi pembinaannya keluar NTT. Jadi tidak hanya di Nusakambangan Jawa Tengah, tetapi juga bisa di Aceh, di Medan atau di Pulau terluar lainnya,” tegas mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT ini.




Dr. Marius kembali menegaskan pemindahan lokasi pembinaan bagi tiga WBP ini bukanlah yang pertama dan terakhir, namun akan tetap berlanjut dan menyusul WBP lainnya yang dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat, termasuk pelaku pemerkosaan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang angkanya masih cukup tinggi di NTT.

“Dalam acara penyerahan WBP dari Kakanwil Kemenkumham NTT kepada Dirjen Lapas di Lapas Penfui Kupang tadi (Minggu, 19/7/2020), yang disaksikan bapak Wakil Gubernur, Ibu Kakanwil juga sudah mengusulkan agar pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak juga diusulkan agar dipindahkan lokasi pembinaannya keluar NTT, dan pemerintah Provinsi akan segera mengkaji usulan tersebut,” tegasnya.



Diharapkannya dengan adanya pemindahan lokasi pembinaan bagi tiga WBP ini dapat memberikan efek jera bagi pelaku pencurian ternak maupun pelaku kejahatan menonjol lainnya di NTT untuk tidak lagi melakukan tindakan kejahatan lagi. Karena jika kembali dilakukan, bukan tidak mungkin akan menjadi rombongan WBP berikutnya yang akan dipindahkan lokasi pembinaannya.

“Kita tahu bahwa Lapas Nusakambangan di Jawa Tengah itu Lapas yang diisi oleh penjahat-penjahat kelas kakap, dan tiga saudara kita ini akan dibina disana. Jadi jangan coba-coba lagi curi ternak. Karena sekali lagi ini bukan yang terakhir, tetapi ini pertama dan akan ada lagi yang dikirim. Karena pemerintah ingin peternak kita di Sumba memiliki rasa nyaman saat beternak,” tegasnya.



Untuk diketahui, tiga WBP yang dipindahkan lokasi pembinaannya dari Lapas Kelas II Waikabubak ke Lapas Nusakambangan adalah Bora Bili (60) asal Sumba Barat Daya, Endris Doki (20) asal Sumba Tengah, dan Umbu Siwa Wunu (44) asal Sumba Tengah.




Diberitakan sebelumnya pada Desember 2008 Gubernur Laiskodat mengancam pencuri dan perampok di Sumba dalam sebuah pertemuan di Waingapu, kala itu Gubernur Laiskodat mengatakan “Tolong bilang ke kita punya sodara-sodara dong dia gila pencuri bajingan, saya lebih bajingan lagi dari dia, dia pancuri kerbau, saya pencuri sama dia nanti, jadi nanti dia ilang tiba-tiba, karena kita tidak bisa membangun seperti itu, tidak mungkin Sumba akan bangun luar biasa kalau pencurian, perampokan luar biasa, mau taruh polisi berapa banyakpun kalau budayanya tidak berubah, tidak bisa, polisi ini cuma alat mengawasi, tapi budaya kita harus kita ubah, tertib, karena itu saya tidak bercanda, karena kalau ada yang bilang mau coba-coba boleh juga,” tantang Gubernur NTT Viktor Laiskodat.“ (TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons