Scroll to Top
Ribuan Babi di Sumba Timur Mati
Posted by maxfm on 16th Juli 2020
| 1316 views
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur, Yohanes Radamuri dan Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, drh. Rambu Pristiwati Pandjukang saat menjelaskan mengenai tingginya kematian babi di Sumba Timur yang diduga karena terkena virus ASF [Foto: ONI]

MaxFM, Waingapu – Diduga karena terserang virus ASF, lebih dari 2000 ekor babi milik masyarakat Kabupaten Sumba Timur mati. Jumlah riil di lapangan diduga lebih banyak karena tidak semua babi milik warga yang mati dilaporkan ke petugas resor peternakan di kecamatan maupun ke Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur.




Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur, Yohanes Radamuri menyampaikan hal ini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2020). Dijelaskannya hingga saat ini dinasnsya belum melakukan pemerikaan sampel dari babi yang mati di laboratorium untuk memastikan penyebab babi mati. Namun sesuai dengan gejala yang dilaporkan peternak, diduga ternak babi milik masyarakat ini karena serangan virus ASF.

“Kalau untuk pemeriksaan laboratorium, kita belum sempat kirim sampel. Tetapi dari gejalanya masuk gejala ASF,” jelasnya.

Menurutnya gejala ASF dan gejala Hog Cholera yang selama ini menjadi tantangan peternak babi di Sumba Timur juga memiliki kemiripan, namun yang membedakan dari ASF adalah tidak dapat pulih walau disuntik obat atau sudah mendapat vaksin Hog Cholera. “Kalau ASF itu tingkat kematiannya 100 persen, sehingga kalau sudah kena, sulit untuk disembuhkan. Karena memang sampai saat ini belum ada vaksin ASF,” jelasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons