Scroll to Top
Belalang Kembara Kembali Mengancam Sumba Timur
Posted by maxfm on 16th April 2020
| 379 views
Ilustrasi : Seorang Anak Berjalan di Padang Tandening, Pahunga Lodu, Sumba Timur Yang dipenuhi Belalang Kembara [Foto: Heinrich Dengi – 09 Juli 2019]

MaxFM, Waingapu – Belalang kembara kembali mengancam tanaman pangan milik petani di Kabupaten Sumba Timur, Terutama di wilayah Kecamatan Pandawai. Pasalnya saat ini ada sembilan titik daerah sebaran belalang yang pernah menjadi sumber malapetaka bagi petani Sumba Timur beberapa tahun silam.

Walau demikian, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur sudah mulai melakukan penanganan dengan pengendalian dan penyemprotan terhadap belalang kembara tesebut sejak Senin (13/4/2020), sehingga sampai dengan Rabu (15/4/2020), enam dari sembilan titik ini sudah berhasil dikendalikan petugas.



Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Mbaku Muku menyampaikan hal ini kepada MaxFm melalui sambungan telepon, Rabu (15/4/2020). Dijelaskannya sembilan titik yang menjadi tempat berkembangnya belalang kembara ini, tujuh titik diantaranya masih instar dua dan tiga sehingga masih belum bisa terbang. Sedangkan dua titik lainnya sudah instar empat, sehingga sudah siap untuk terbang.

“Yang instar dua dan tiga itu masih jalan dan belum bisa terbang. Sedangkan dua titik yang instar empat itu paling satu minggu lagi sudah bisa terbang,” jelasnya.




Karena kondisi belalang yang cepat ditemukan ini, Oktavianus mengaku berterima kasih kepada masyarakat yang sudah melaporkannya secara cepat sehingga proses penanganan juga langsung dilaksanakan guna menghindari merebaknya belalang kembara ini ke lahan-lahan pertanian masyarakat.

“Kita ada petugas PPL di desa dan juga POPT (Petugas Organisme Pengganggu Tanaman), sehingga kepada masyarakat yang menemukan adanya belalang jenis apa saja, atau organisme pengganggu tanaman lainnya, agar segera lapor ke PPL, atau POPT kita agar laporannya masuk ke dinas, dan dari dinas bisa langsung turun melakukan pengendalian,” jelasnya.

Mengenai ketersediaan peralatan dan juga obat-obatan yang dibutuhkan untuk pengendalian OPT, Oktavianus mengaku sampai dengan saat ini baik peralatan semprot maupun obat-obatan masih cukup tersedia, sehingga pihaknya berharap jika ditemukan bisa segera dilaporkan untuk dilakukan penindakan.



Oktavianus menambahkan sampai dengan saat ini laporan dari masyarakat, keberadaan belalang ini baru ada di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai dan belum ada laporan dari 21 kecamatan lainnya di Sumba Timur. “Untuk sementara ini, baru dari Pandawai saja yang laporkan belalang kembara ini. Kemarin ada laporan juga bahwa ada belalang di Wanga, tetapi setelah dicek, itu belalang hijau yang biasa makan jagung dan padi. Jadi bukan belalang kembara,” tandasnya.(TIM).

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons