Scroll to Top
Wagub NTT Ajak Masyarakat Tunda Acara Adat
Posted by maxfm on 19th Maret 2020
| 361 views
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi [Foto; Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Josep Adrianus Nae Soi menghimbau kepada masyarakat NTT, termasuk masyarakat Kabupaten Sumba Timur untuk menunda untuk sementara waktu pelaksanaan acara-acara adat. Masyarakat juga dihimbau untuk menghindari kerumunan orang banya untuk sementara waktu, guna mencegah penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19).

Wakil Gubernur NTT, Josep Adrianus Nae Soi menyampaikan hal ini melalui sambungan telepon dengan Radio Max Fm Waingapu, Kamis (19/3/2020) siang. Dijelaskannya, menunda penyelenggaraan acara adat tidak akan meruntuhkan adat dan menghilangkan hubungan sosial-kekerabatan masyarakat NTT. Karena sesungguhnya pencegahan penyebaran Covid-19 yang belum ada obatnya ini jauh lebih penting bagi masyarakat NTT.



“Saya pikir nenek moyang kita akan setuju juga kalau kita tunda acara adat kita, agar kita semua tetap sehat saat melaksanakan acara adat nantinya. Dari pada kita memaksakan diri untuk melaksanakan acara adat itu sekarang, dan akhirnya kita bisa menularkan virus kepada orang lain, atau kita malah yang tertular virus Covid-19 ini atau juga penyakit lain,” jelasnya.

Pria berkacamata ini menambahkan, sebagai Wakil Gubernur, dirinya dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sudah dua hari terakhir memilih untuk bekerja dari rumah guna menghindari kontak yang dengan lebih banyak orang saat bekerja. Bahkan menurutnya Gubernur NTT, sudah menandatangani instruksi gubernur untuk meliburkan anak-anak sekolah di NTT, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkat Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK).



“Saya dengan bapak gubernur sudah dua hari ini bekerja dari rumah. Bapak gubernur juga sudah tanda tangan instruksi gubernur untuk merumahkan anak-anak sekolah dari PAUD sampai SMA/SMK. Tetapi ini bukan libur supaya anak-anak senang-senang jalan kemana-mana. Tetapi benar-benar di rumah untuk membatasi kontak dengan banyak orang, sehingga penyebaran Covid-19 ini bisa kita hindari, sambil berharap tidak sampai ada di NTT,” urainya.

Karena itu, untuk anak-anak sekolah dalam masa libur sejak 20 Maret 2020 hingga 4 April 2020 mendatang ini, diharapkan benar-benar berada di rumah dan menghindari kontak berlebihan dengan orang lain, terutama dengan orang yang menunjukkan gejala-gejala demam, sesak nafas, batuk, pilek. Masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, hingga makan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahun tubuh.

“Covid-19 ini dia seperti senjata yang menembakkan amunisi ke tubuh kita. Jadi kalau daya tahan tubuh kita tidak kuat untuk melawan, bisa membunuh kita. Jadi rajin-rajin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, kemudian makan sayur-sayuran yang ada di kebun-kebun kita, atau pekarangan kita agar meningkatkan daya tahan tubuh kita,” imbaunya.



Mantan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini juga mengajak masyarakat NTT untuk senantiasa berdoa memohon perlindungan Tuhan dari bahaya penyebaran Covid-19 ini, sehingga Provinsi NTT dapat bebas sepenuhnya dari Covid-19 Ini. “Saya percaya kalau kita semua berdoa dengan sungguh-sungguh, segala mara bahaya termasuk Covid-19 yang sedang melanda dunia ini, bisa menjauh dan tidak masuk ke NTT,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons