Scroll to Top
Rumah Sakit di Waingapu “Hapus” Waktu Besuk Pasien
Posted by maxfm on 19th Maret 2020
| 434 views
Direktur RSUD Umbu Rara Meha, Dokter Lely Harakai [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Rumah-rumah sakit yang ada di Kota Waingapu, Ibukota Kabupaten Sumba Timur untuk sementara waktu menghapus atau meniadakan waktu besuk pasien di tiga rumah sakit yang ada. Penjaga pasien juga dibatasi hanya boleh satu orang, terkecuali keadaan gawat di Unit Gawat Darurat (UGD).

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha (RSUD URM) Waingapu, dr. Lely Harakay menyampaikan hal ini dalam dialog interaktif bersama Radio Max Fm Waingapu, Kamis (19/3/3020). Dijelaskannya langkah ini diambil sebagai langkah antisipasi sekaligus pencegahan dini bagi penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di wilayah Kabupaten Sumba Timur.




Dijelaskannya langkah ini akan mulai diterapkan di tiga rumah sakit yang ada di Waingapu yakni RSUD URM Waingapu, Rumah Sakit Imanuel, dan Rumah Sakit Kristen Lindimara mulai Jumat (20/3/2020) hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan petugas screaning di pintu masuk Poli dan pintu masuk UGD untuk melakukan deteksi suhu tubuh setiap warga masyarakat yang hendak berkunjung ke rumah sakit.

“Kita sudah menempatkan petugas screaning di pintu masuk Poli dan pintu masuk UGD untuk mengkategorikan apakah seseorang masuk dalam Orang Dengan Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kita juga sudah menghimbau kepada semua Puskesmas agar alat screaning nya itu dipakai, sehingga bisa memastikan sejak dini,” jelasnya.




Mengenai kesiapan RSUD URM Waingapu walau bukan sebagai rumah sakit rujukan, dokter berambut ikal ini menuturkan, pihaknya tetap akan berusaha semaksimal mungkin melakukan penanganan sesuai dengan standar yang ada secara nasional maupun internasional. Namun saat ini, pihaknya hanya bisa menyiapkan ruangan yang dapat digunakan sebagai ruangan isolasi pasien Covid-19, sedangkan untuk alat pelindung diri (APD) yang standar, sampai dengan saat ini RSUD URM Waingapu belum memilikinya.

“Untuk masker biasa kita masih punya walaupun tidak banyak, yang tentunya tidak bisa digunakan untuk pasien Covid-19. Apalagi pakaian yang standar yakni pakaian astronot itu. Jadi walaupun ini menjadi permasalahan kebutuhan nasional, Kita tetap berharap kementerian kesehatan bisa membantu kita, sehingga dokter dan perawat yang ada bisa dipastikan keamanannya saat menangani pasien,” harapnya.

Dr. Lely juga berharap upaya pencegahan yang dilakukan di tingkat bawah tetap dilakukan secara maksimal dengan dukungan masyarakat sepenuhnya, sehingga ancaman penyebaran dari Pandemi Covid-19 ini bisa diantisipasi secara maksimal dari hulunya, agar tidak ikut mengancam keselamatan dokter dan perawat yang bertugas menangani pasien.



“Saya harap semua masyarakat bisa ikut menjaga ini dengan rajin mencuci tangan, dan menghindari kontak berlebihan dengan orang lain, melaksanakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang. Karena APD kita yang sangat minim di rumah sakit, sehingga kita antisipasi betul di hulunya agar jangan sampai membahayakan petugas medisnya dalam keadaan yang minim APD saat ini,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons