Scroll to Top
Menderita Tumor, Yunita Bani Butuh Bantuan
Posted by maxfm on 22nd Januari 2020
| 727 views
Yunita Bani hanya terbaring di tempat tidur didampingi ibunya. (Foto: ONI)

MaxFM, Waingapu – Usianya masih muda karena baru berusia 21 tahun, namun Yunita Bani saat ini cukup menderita karena menderita tumor yang mengakibatkan perutnya membesar dari waktu ke waktu. Tumor yang ada di dalam perut Yunita adalah hasil diagnosis dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha Waingapu akhir 2019 lalu. Namun karena keterbatasan biaya, Yunita kini hanya bisa terbaring di rumah keluarganya, dengan pengobatan tradisional seadanya.

Kepada wartawan Selasa (21/1/2020), Yunita mengaku rasa sakit di perutnya tersebut kurang-lebih sudah berjalan delapan tahun. Namun karena kurangnya pengetahuan akan sakit yang dideritanya tersebut, Yunita memilih untuk mengabaikannya dan sempat mengadu nasib bekerja diluar Pulau Sumba beberapa tahun terakhir. Akan tetapi perutnya yang makin membesar dalam beberapa bulan terakhir, Yunita akhirnya memutuskan pulang kembali ke kampung halamannya di Wewewa, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

“Rasanya tidak terlalu sakit pada awalnya, jadi saya pikir sakit perut biasa. Makanya saya sempat pergi kerja di Denpasar. Tetapi karena perut saya makin membesar, sehingga saya putuskan untuk pulang kampung,” jelasnya.



Selanjutnya dua bulan terakhir, Yunita dan ibunya, Koni Malo ke Waingapu dan kini tinggal di rumah bambu sanak keluarga di wilayah RT/RW 02/01, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu. Karena itu, Yunita sempat dibawa ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu untuk mendapatkan pemeriksaan medis, guna mengetahui penyakit yang diderita Yunita.

Hasilnya, pemeriksaan tersebut mendiagnosis Yunita menderita penyakit tumor di dalam perutnya, disertai cairan sehingga harus dilakukan operasi untuk mengangkat rumornya, sekaligus menyedot cairan yang ada di dalam perutnya. Namun karena keterbatasan peralatan medis di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dokter menyarankan agar Yunita dirujuk ke Denpasar guna mendapatkan penanganan medis dengan peralatan yang lebih baik.

Akan tetapi Yunita dan keluarganya tidak memiliki cukup biaya untuk membiayai kebutuhan hidup saat menjalani pengobatan dan perawatan hingga pemulihan selama berada di Denpasar. Karena itu, setelah tiga hari dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Yunita kemudian dibawa pulang keluarga dan saat ini hanya mendapatkan pertolongan dengan ramuan herbal seadanya.




“Kami tidak ada uang, Jadi kami rawat seadanya dengan ramuan herbal di rumah sini saja. Karena kalau ke Denpasar, kami mau ambil biaya dari mana untuk biaya hidup selama disana. Biaya rumah sakit, mungkin bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Tetapi yang lainnya, tetap harus kami urus sendiri sehingga kami butuh bantuan dari siapa saja,” jelas Koni Malo.

Diakuinya, dirinya dan keluarga masih sangat berharap anak ketiga dari empat bersaudara ini bisa mendapatkan perawatan medis untuk bisa kembali beraktivitas secara normal. Karena saat ini dirinya sudah bertindak sebagai orang tua tunggal untuk empat anaknya, karena suaminya sudah meninggal beberapa tahun silam.



“Kami semua keluarga berharap dia (Yunita) bisa sembuh. Tetapi kami sangat berkekurangan dan kami berharap ada pihak yang bisa membantu kami sehingga anak kami bisa dioperasi dari penyakit yang dideritanya ini,” ungkapnya.

Mengenai rasa sakit yang dirasakannya saat ini, Yunita mengaku sakitnya tidak menentu dan kapan saja bisa sakit. Namun sakitnya cenderung pada bagian bawah perutnya yang kemudian mengakibatkan kulit perutnya seperti tertarik dan mengakibatkan rasa sakit. “Saya memang masih bisa balik badan sendiri, duduk dan juga jalan. Tetapi tidak bisa jalan jauh, atau duduk terlalu lama. Jadi saya lebih banyak tidur setiap hari,” urainya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons