Scroll to Top
Pemprov Akan Launching Berbagai Program saat HUT ke-61
Posted by maxfm on 11th Desember 2019
| 448 views
Sekda Sumba Timur Domu Warandoy bersama Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT Doris Alexander Rihi saat memimpin rapat bersama panitia lokal persiapan HUT ke-61 NTT di Sumba Timur di Aula Kantor Bupati Sumba Timur [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) rencananya akan melaunching sejumlah program inovasi pada saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTT yang ke-61 tahun 2019, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT, dimana Waingapu, Ibukota Kabupaten Sumba Timur terpilih sebagai tuan rumah.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Doris Alexander Rihi dalam rapat bersama dengan panitia lokal tingkat Kabupaten Sumba Timur yang berlangsung di aula Setda Kabupaten Sumba Timur, Selasa (10/12/2019). Dijelaskannya program-program inovasi Pemprov NTT yang akan dilaunching pada puncak perayaan HUT Provinsi NTT ke-61 ini antara lain, Sophia, beras Molas Lembor, NTT e-Pay, roadmap masyarakat ekonomi NTT, NTT satu data, e-Monev, rancangan SDG’s, buku out of the box, dan buku peradaban Sumba.

Putra asal Sabu ini menguraikan produk Sophia atau sopi asli adalah hasil kolaborasi Pemprov NTT bersama tim peneliti dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bersama dengan pihak perbankan, pengusaha, dan masyarakat yang diharapkan nantinya dapat bersaing dengan minuman keras bermerk lainnya yang sudah ada saat ini.




Selanjutnya beras Molas Lembor, menurut Doris juga merupakan hasil kerja sama Badan Usaha Logistik (Bulog) NTT, Bank NTT, dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT untuk menghasilkan beras berkualitas premium dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan beras premium yang berasal dari luar NTT dan berada di pasaran saat ini.

“Beras Molas Lembor ini diharapkan akan dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 11.000/kilo gram, atau lebih murah dari beras premium yang ada di pasaran saat ini yakni sekitar Rp 13.000/kilo gram,” jelas Doris.

Mengenai e-Pay menurutnya akan sangat membantu Pemprov NTT dalam melakukan program belanja yang lebih efektif, sekaligus sebagai bagian dari transparansi belanja Pemprov NTT dengan masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengikuti secara langsung anggaran yang dikelola Pemprov NTT dibelanjakan untuk apa saja setiap tahunnya, yang kemudian akan didukung juga dengan program Masyarakat Ekonomi NTT.

“NTT satu data ini akan membuka informasi mengenai semua program kegiatan, maupun potensi yang ada di Provinsi NTT, sehingga masyarakat dapat mengaksesnya untuk kepentingan penelitian, maupun kepentingan lainnya, dan datanya akan diupdate secara berkala. Sedangkan e-Monev ini menurut saya sangat baik, karena akan menghemat begitu banyak anggaran monev yang harus dikeluarkan Pemprov setiap tahunnya. Namun bisa saja ada yang kecewa karena tidak lagi mendapatkan SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) untuk Monev, karena semuanya susah dilakukan secara berkala melalui e-Monev ini,” urai pria yang sempat viral karena mendapat hukuman squat jump bersama sejumlah pegawainya dalam rapat bersama beberapa waktu lalu di GOR Oepoi Kupang.




Demikian halnya dengan rancangan SDG’s, buku Out of The Box dan buku Peradaban Sumba, yang berisi sejumlah pemikiran-pemikiran Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengenai bagaimana berpikir keluar dari kebiasaan berpikir selama ini untuk membawa NTT bangkit menuju sejahtera. “Untuk Buku Peradaban Sumba juga sedang dipersiapkan, dan mudah-mudahan nantinya sudah siap untuk diluncurkan pada tanggal 20 Desember mendatang,” tegasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy yang memandu rapat tersebut sebelumnya menguraikan panitia lokal tingkat Kabupaten Sumba Timur akan berusaha menyesuaikan dengan sejumlah kegiatan seperti anjang sana, pelaksanaan kebersihan, dan mempersiapkan hal-hal yang harus dilakukan secara lokal guna memdukung suksesnya pelaksanaan HUT Provinsi NTT yang ke-61 tahun 2019.

“Terima kasih kepada Pemprov NTT yang sudah memilih Kota Waingapu, Ibukota Kabupaten Sumba Timur sebagai tempat perayaan puncak HUT NTT tahun 2019, yang untuk pertama kalinya dilaksanakan diluar Kota Kupang. Jadi walaupun tidak ada anggaran khusus untuk menjadi tuan rumah ini, Pemkab Sumba Timur akan mendukung dengan kegiatan-keguatankegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan Pemkab Sumba Timur, agar dilaksanakan sebelum tanggal 20 Desember secara terkoordinir, sebagai bagian dari perayaan HUT Provinsi NTT,” urainya.



Untuk diketahui selain akan dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur NTT, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTT, bupati/walikota se-NTT, Forkopimda se-daratan Sumba, panitia provinsi juga mengundang sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju untuk hadir dalam kegiatan ini yakni, Menteri Dalam Negeri, Prof. Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly, Menkominfo, Joni Plate, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Selain itu, juga diundang Gubernur Bali, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai bagian dari Provinsi Sunda Kecil, sebelum terbagi menjadi tiga provinsi, Konjen Cina di Bali, Perdana Menteri Timor Leste, serta anggota DPR-RI maupun senator asal Provinsi NTT, hingga para mantan gubernur dan mantan wakil gubernur NTT untuk ikut mengambil bagian dalam kegiatan yang juga akan diisi oleh konser 361 grub band ternama Indonesia, Slank di Puru Kambera, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons