Scroll to Top
Gubernur NTT Apresiasi Kerja YKRMW
Posted by maxfm on 20th Desember 2019
| 922 views
Adi lagur dan Heinrih Dengi dari Yayasan Komuntas Radio Max Waingapu di depan Studio Radio MaxFM memberikan Penjelasan Kepada Gubernur NTT VBL Tentang Pompa Barsha, Pompa Air Tanpa Menggunakan BBM Fosil (20/12/2019) [Foto: Marthen]

MaxFM, Waingapu – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi kerja Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu YKRMW yang memanfaatkan pompa Barsha untuk mengangkat air dari aliran sungai untuk pengolahan lahan di musim kemarau. Gubernur memerintahkan Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk segera menganggarkan dana dari anggaran di dua dinas ini, agar membumikan mesin pompa Barsha di seluruh NTT.

Apresiasi ini disampaikan langsung Gubernur VBL saat bersama Wagub NTT, Josep Adrianus Nae Soi, Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno, Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Lucki Koli, Wakil Bupati Nagekeo, dan sejumlah pejabat lainnya melakukan kunjungan ke studio mini MaxFm Waingapu, kemudian meninjau langsung ke sungai tempat diletakkan mesin Barsha dan juga lahan yang diairi dengan air yang dipompa dengan mesin pompa air tenaga air ini.

“Dua orang (Heinrich Dengi dan Adi Lagur) sudah melakukan inovasi yang luar biasa, dan dua orang tolong atur untuk saya bisa bertemu dengan perusahaan yang memproduksi mesin pompa ini, agar kita menghidupkan petani-petani kita yang ada di sepanjang aliran sungai di NTT,” jelasnya.




Ditegaskannya, apa yang dilakukan YKRMW harus terus dijalankan. Karena itu, walaupun Pemprov NTT akan membeli mesin pompa Barsha dalam jumlah banyak untuk diberikan kepada para kelompok tani, YKRMW harus tetap menjadi pengendalinya. Karena itu, semua proses pembelian mesin pompa Barsha ini tetap akan dilakukan Pemprov NTT melalui Yayasan ini.

Team YKRMW Memberikan Penjelasan Kepada Gubernur NTT Tentang Kerja Pompa Barsha di Pinggir Kali Payeti (20/12/2019) Foto: Marthen]

Menurutnya mesin pompa Barsha dengan kekuatan mengangkat air setinggi 20 meter vertikal, dengan jangkauan pipa sejauh dua kilo meter dari tempat mesin pompa Barsha diletakkan akan sangat berdampak bagi kehidupan petani dan peternak di NTT, khususnya di musim kemarau. Karena itu, lahan-lagan pertanian yang berada di bantaran sungai yang selama ini menjadi lahan tidur di musim kemarau, harus segera dimanfaatkan dengan pengadaan mesin pompa Barsha ini nantinya.

“Ini kan sangat bagus karena dia menggunakan tenaga air, dan tanpa bahan bakar. Jadi kita bisa emang airnya untuk mengatur arus air masuk ke mesin, sehingga air bisa didorong dan diangkat ke lahan pertanian masyarakat. Jadi kalau sepanjang aliran sungai ada mesin pompa Barsha ini, kesejahteraan masyarakat petani dan peternak kita akan lahir dari sini,” tegasnya.




Project Leader Program Barsha Easi Pay, Adrianus Petrus Lagur pada kesempatan tersebut menegaskan, mesin pompa Barsha adalah mesin pompa yang sangat ramah lingkungan, karena hanya membutuhkan aliran air sungai dengan luasan minimal satu meter dengan kedalaman 40 cm untuk bisa mengoperasikan mesin pompa Barsha, yang bisa menghasilkan air dengan pipa tegak lurus setinggi 20 meter.

“Mesinnya sangat sederhana dan ramah lingkungan. Karena kita tidak butuh bahan bakar, dan mesinnya bisa beroperasi 24 jam sehari, karena dia menggunakan tenaga air. Jadi Kalau ada sungai dengan air yang mengalir, mesin ini bisa dipasang,” urainya.

Mengenai harganya, Adi menuturkan karena saat ini mesinnya harganya sampai dengan siap dipasang di sungai adalah sebesar Rp 65 juta lebih per unitnya. Namun jika dibeli oleh pemerintah, harganya bisa turun karena akan melalui kerja sama antar pemerintah. “Harganya pasti bisa lebih murah kalau dibeli oleh pemerintah,” jelasnya.

Pemanfaatan mesin pompa Barsha ini sendiri Adi menuturkan hanya dikhususkan penggunaannya pada musim kemarau. Karena pada saat musim penghujan, masyarakat bisa menggunakan curah hujan untuk mengolah lahan pertaniannya. “Kita ingin ada aktivitas dari para petani kita saat musim kemarau. Jadi mesin pompa ini kita tawarkan kepada masyarakat. Sedangkan untuk musim penghujan, masyarakat tetap menggunakan curah hujan untuk mengolah lahan pertanian mereka,” tegasnya.

Adi Lagur dan Heinrich Dengi dari YKRMW memberikan Penjelsan kepada Gubernur NTT VBL dan rombongan tentang cara kerja Pompa Barsha di kebun menggunakan selang rainhose (20/12/20190 [Foto: Marthen]




Sementara itu, Direktur YKRMW Heinrich Dengi dalam penjelasannya kepada Gubernur NTT menambahkan, mesin pompa Barsha ini tidak hanya menggunakan tekanan arus air sebagai penggeraknya, melainkan juga udara dan kedua tenaga ini saling mengisi saat mesinnya berputar. Karena itu, akan sangat baik juga jika di aliran sungai tempat mesin pompa Barsha diletakkan ditebar benih ikan.

“Kita sudah lakukan selama tiga tahun dengan 10 mesin pompa, dan tersebar di Sumba Timur, Ngada, dan Manggarai. Jadi ini benar-benar mesin yang sangat ramah lingkungan karena tanpa BBM, dan sistem kami mesinnya tetap milik yayasan, dan masyarakat menyewanya dengan cara bagi hasil, sehingga petani yang menerimanya wajib bekerja. Karena kalau tidak digunakan, kami dari Yayasan berhak unruk mengambilnya kembali untuk diberikan kepada kelompok tani lain,” tandasnya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons