Scroll to Top
Yasonna Kaget Diberikan Seekor Kuda Putih
Posted by maxfm on 9th November 2019
| 2370 views
Menkumham, Yasona Laoly menerima tali asih dari BPMS GKS berupa seekor kuda putih untuk kehadirannya membuka Sidang Raya PGI XVII.(Foto:ONI)

MaxFm, Waingapu – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia (RI), Yasonna Laoly kaget saat akan menerima seekor kuda putih dari Ketua Umum Badan Pelaksana Majelis Sinode (BPMS) Gereja Kristen Sumba (GKS), Pdt. Alfred Dj. Samani, pada rangkaian pembukaan Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (SR PGI) XVII tahun 2019, yang berlangsung di pantai Pure Kambera, Jumat (8/11).

“Waduh bagaimana nanti saya sampaikan kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, Red). Jangan-jangan justru saya dianggap menerima gratifikasi nantinya,” ungkap pria asal Nias ini sesaat setelah melihat kuda putih yang dibawa dan hendak diserahkan Ketua Umum BPMS GKS, Pdt. Alfred Dj. Samani.




Yasonna yang disampingi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodath, anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto, Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat-Lebang, dan sejumlah pejabat lainnya ini kemudian menerima kuda putih persembahan jemaat GKS tersebut, setelah mendapatkan penjelasan bahwa pemberian kuda putih ini dalam hubungan tali asih antara jemaat GKS dengan pemerintah RI yang diwakili Yasonna dalam kegiatan empat tahunan ini.

“Ini bentuk tali asih kami orang Sumba, dan juga GKS kepada bapak, karena sudah mau hadir mewakili pemerintah pusat dalam kegiatan yang tidak akan pernah kami alami lagi dalam hidup kami, sehingga silahkan nanti bapak bisa laporkan ini kepada KPK atau bagiamana, tetapi ini merupakan tali asih kami,” jelas Ketua Umum Panitia, dr. Umbu Marisi menjawab kekagetan Yasonna.

Karena itu, Yasonna kemudian menerima tali pengikat kuda putih tersebut yang diberikan oleh Ketua BPMS GKS, Pdt. Alfred Dj. Samani, dan walau kudanya sempat kaget dan hendak meringkik, namun akhirnya kuda putih tersebut tenang dan Yasonna sempat membelai muka kuda tersebut, sambil mengaku akan membawa kuda tersebut ke istana untuk dilaporkan juga kepada Presiden Joko Widodo, selain ke KPK nantinya. “Baiklah saya terima dan akan saya ke istana dan juga laporkan ke KPK,” urainya.




Yasonna dalam sambutannya sebelumnya, sesaat sebelum membuka kegiatan SR PGI XVII ini menyampaikan permohonan maaf Presiden Joko Widodo yang tidak bisa hadir untuk membuka kegiatan ini, karena ada agenda kenegaraan yang tidak bisa ditinggalkan presiden. Namun pada dasarnya presiden memberikan apresiasi dan mendoakan agar pelaksanaan SR PGI XVIII dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar, termasuk dengan pemilihan Ketua Umum PGI yang baru.

Yasonna secara pribadi juga menggugah PGI untuk berefleksi untuk kembali memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, tidak hanya dalam bidang pengembangan iman Kristiani. Namun juga dalam hal meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan juga kualitas hidup masyarakat, melalui warga PGI, agar generasi Indonesia bisa mampu bersaing di tingkat regional dan internasional.

“Gereja Zending (Belanda, Red) yang masuk ke Indonesia dengan menyertakan pengembangan SDM dan kesehatan melalui sekolah-sekolah zending dan rumah-rumah sakit Kristen, harus kembali direfleksikan oleh PGI untuk ikut mewujudkan generasi Indonesia hebat yang sedang dikerjakan secara serius oleh pemerintah saat ini,” tegasnya.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora dalam sambutannya mengucapkan terima kepada Yasonna yang sudah hadir di Bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu mewakili Presiden Joko Widodo, dan berpesan kepada Yasona untuk menyampaikan salam hangat masyarakat Sumba Timur dan Sumba umumnya kepada Presiden Jokowi.

“Ijinkan saya untuk menyapa bapak Menteri Hukum dan HAM dengan sapaan kebanggaan Sumba, Umbu Yasonna Laoly tolong sampaikan terima kasih dan salam hangat masyarakat Sumba kepada bapak presiden,” urainya.

Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat-Lebang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih mendalam bagi masyarakat Sumba yang sudah menerima semua rombongan PGI secara luar biasa dan mengajak semua warga PGI untuk menenun keberagaman yang ada di PGI dan Indonesia secara umum dengan merefleksikan perpaduan warna yang indah dalam tenunan kain Sumba.



“Terima kasih untuk keramahan masyarakat Sumba yang luar biasa telah menerima kami semua, termasuk dengan mengalungkan selendang Sumba yang sangat indah ini kepada kami semua saat baru saja turun di Airport (Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Red). Marilah kita semua menenun perbedaan diantara kita sebagai warga PGI dan warga Indonesia agar tercipta keharmonisan yang indah seindah kain tenun Sumba,” tegasnya sambil melambaikan selendang yang dikalungnya dan diikuti riuh tepukan tangan 20 ribuan jemaat yang menghadiri acara ini.

Untuk diketahui, pembukaan SR PGI XVII ini dirangkai dengan ibadah bersama yang dipimpin secara bersama oleh tiga orang pendeta, dan khotbahnya disampaikan oleh Ketua BPMS GKS, Pdt. Alfred Dj. Samani, dan SR PGI XVII ini juga dikukuhkan oleh Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat-Lebang. Selain dihadiri sekitar 20 ribuan jemaat dan umat lainnya, kegiatan ini juga dihadiri oleh peserta SR PGI XVII yang berasal dari 90 pimpinan sinode dan 29 pimpinan PGI Wilayah seluruh Indonesia. SR PGI XVII ini akan berlangsung di tujuh tempat di Kota Waingapu yakni di MPL Hapu Mbay, Aula SMA Kristen Waingapu, GKS Payeti Cabang Kalu, GKS Waingapu, PKS Manobara, GKS Umamapu, dan GKS Praiwora. Persidangan ini selain membahas kebijakan-kebijakan umum PGI, juga akan memilih Ketua Umum PGI yang baru, dan persidangan ini akan berlangsung hingga Rabu (13/11) mendatang.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons