Scroll to Top
Perlindungan Perempuan dan Anak Harus Ditingkatkan
Posted by maxfm on 11th November 2019
| 1046 views
Kepala Biro Perempuan dan Anak PGI, Pdt. Repelita Tambunan

MaxFM, Waingapu – Perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan harus makin ditingkatkan, termasuk masalah disabilitas, pekerja migran, penanggulangan bencana, kesehatan, gizi buruk, stunting dan dampaknya bagi perempuan dan anak, hingga demokrasi, kebinekaan dan pencegahan korupsi.

Poin-poin ini yang menjadi fokus dalam Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PPRrG) pra Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (SR PGI) XVII yang berlangsung di Gedung Kebaktian Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Mata, Waetabula, Sabtu-Selasa (2-5/11) lalu, yang kemudian dilaporkan oleh Sekum GKS dalam Sidang Raya PGI XVII di gedung MPL, Sumba Timur, Sabtu (9/11) petang.

Sekum GKS, Pdt. marilin Lomi dalam laporannya menguraikan, untuk isu perlindungan dan pemenuhan hak anak, termasuk disabilitas, forum PPRrG Tambolak merekomendasikan sejumlah hal untuk ditindaklanjuti oleh PGI, gereja dan juga pemerintah yakni harus ada pengutan Sumber Daya Manusia (SDM) gereja terkait perlindungan anak dan disabilitas, mendorong sinode-sinode anggota PGI untuk mewujudkan gereja ramah anak dan gereja yang ikut terlibat dalam mewujudkan kota/kabupaten layak anak, serta peningkatan kapasitas gereja anggota PGI untutk bidang pelayanan anak.




Untuk mewujudkan poin-poin rekomendasi tersebut, forum PPRrG Tambolaka juga mengusulkan sejumlah program kerja implementatif yakni menyusun kebijakan dan modul gereja ramah anak, panduan penanganan anak pasca bencana alam dan trauma healing, pedoman penanganan anak disabilitas, mempersiapkan pelayanan gereja khusus untuk melayani anak, hingga perlindungan anak dari HIV/AIDS dan advokasi kasus-kasus kekerasan terhadap anak.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons