Scroll to Top
Panitia SR Siapkan Seekor Kuda Putih untuk Presiden
Posted by maxfm on 5th November 2019
| 551 views
Ketua BPMS GKS, Pdt. Alfred Dj. Samani saat menyampaikan himbauannya untuk bersama sukseskan Sidang Raya PGI XVII tahun 2019. (Foto:ONI)

MaxFm, Waingapu – Panitia penyelenggara Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (SR PGI) telah menyiapkan seekor kuda putih untuk diberikan kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo. Kuda putih ini sudah diserahkan kepada Badan Pelaksana Majelis Sinode (BPMS) Gereja Kristen Sumba (GKS) untuk selanjutnya diserahkan kepada Presiden Jokowi pada saat pembukaan SR PGI ke XVII, Jumat (8/11) mendatang.

Penyerahan kuda putih ini dilakukan oleh Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GKS Jemaat Payeti, Pdt. Yuliana Ata Ambu kepada Ketua BPMS GKS, Pdt. Alfred Dj. Samani dalam rapat pemantapan terakhir yang dilaksanakan di gedung kebaktian GKS Jemaat Payeti, Senin (4/11) petang. Pemberian kuda putih kepada Presiden Jokowi ini sebagai bentuk penghargaan masyarakat Sumba kepada kepala negara, sebagai tamu terhormat dalam SR PGI ke XVII tahun ini.




“Dalam sejumlah rapat sebelumnya, kita sudah dengar bahwa panitia sudah menyiapkan satu ekor kuda putih untuk diberikan kepada bapak presiden. Jadi malam ini kita rapat terakhir dan tersisa empat hari lagi, kami dari panitia dan juga GKS Jemaat Payeti menyerahkan kuda putih ini kepada BPMS dan pemerintah Kabupaten Sumba Timur. Walaupun kudanya tidak kita bawa disini, tetapi dengan penyerahan ini, kuda ini secara resmi sudah menjadi milik BPMS dan pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk nantinya diserahkan kepada bapak presiden,” urainya.

Sementara itu, Ketua BPMS GKS, Pdt. Alfred Dj. Samani pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan semua pihak yang sudah memberikan waktu, energi, pikiran, hingga bantuan dana dalam rangka suksesnya SR PGI ke XVII tahun 2019 kali ini.

“Harus diakui masih banyak hal yang harus kita benahi bersama dalam empat hari tersisa. Tetapi harus kita akui bersama juga, bahwa banyak hal sudah Tuhan buktikan kepada kita dalam proses persiapan menjadi tuan rumah SR PGI tahun ini,” urainya.




Karenanya di waktu tersisa ini, Samani menghimbau kepada semua pihak untuk bisa menahan diri dan makin berefleksi dalam setiap proses, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama nantinya. “Tersisa empat hari lagi kita akan memulai sidang raya ini. Kita semua tentunya lelah mempersiapkan semua yang sudah kita lihat di depan mata kita saat ini. Tetapi saya himbau, kita semua bisa makin mawas diri agar, jangan sampai ada hal kecil yang tidak perlu direspon secara luar biasa, bisa menjadi persoalan karena kita sedang lelah,” himbaunya.

Ketua panitia pelaksana, penatua drh. Yohanes Praing pada kesempatan tersebut menguraikan ada 900 kamar tidur yang sudah didata dan diberi nama ‘Hotel Sidang Raya’untuk menampung semua peserta dalam kegiatan empat tahunan ini. Namun sampai dengan saat ini, jumlah kredensi yang masuk ke panitia baru mencapai 600 an peserta. Karena itu, rencana awal yang akan menempatkan dua orang dalam satu kamar akan disiasati kembali, sehingga hanya akan ada satu peserta di setiap kamar yang sudah disediakan.



“Kredensi yang sudah masuk dari 90 sinode, undangan pemerintah, dan juga peserta dari Belanda, Jerman, dan sejumlah negara lainnya baru mencapai 600-an kredensi. Jadi kalau jumlahnya tidak lebih dari 900 peserta, kita akan tempatkan satu orang satu kamar, agar semua kamar yang sudah disiapkan oleh pemilik kamar, tetap terisi semuanya,” urainya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons