Scroll to Top
Disperindag Bangun Los Jualan bagi Pedagang di Merdeka
Posted by maxfm on 29th Oktober 2019
| 817 views
Los jualan bantuan Disperindag Kabupaten Sumba Timur bagi pedagang di Dusun Merdeka, Desa Persiapan Hawurut, Kecamatan Matawai La Pawu. [Foto: ONI]

MaxFm, Waingapu – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumba Timur membangun 20 unit los jualan di Dusun Merdeka, Desa Persiapan Hawurut, Kecamatan Matawai La Pawu. Pembangunan 20 unit los dengan nilai Rp 497.990.000 ini untuk menjadi tempat jualan para pedagang yang selama ini berjualan di tempat jualan seadanya.

Nggiku Pingu Wula dan Afliana, dua pedagang yang ditemui MaxFm di tempat jualan mereka mengaku senang karena nanti bisa berjualan di tempat jualan yang lebih baik. yang berada di sisi lain ruas jalan tersebut, dibandingkan dengan tempat jualan mereka yang seadanya saat ini.



Afliana menuturkan, dirinya sudah berjualan di sisi jalan tersebut sekitar 12 tahun lalu, melanjutkan usaha keluarganya yang sudah puluhan tahun mengais rejeki dari pengguna jalan lintas selatan Kabupaten Sumba Timur ini. Menurutnya hasil jualan dari kios kecil miliknya tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarganya, termasuk dengan membiayai pendidikan dua anaknya yang kini sedang belajar di Sekolah Dasar Inpres Hiliwuku, yang berjarak sekitar delapan kilo meter dari rumah mereka.

“Sudah belasan tahun saya jualan disini. Karena dulu mama yang jualan, dan setelah menikah saya yang ganti jualan disini. Hasilnya untuk biaya hidup dalam keluarga dan juga untuk anak sekolah. Karena kami disini hidup dari hasil pertanian yang tidak seberapa,” jelasnya.

Pasar Lama di Dusun Merdeka Desa Persiapan Hawurut, Kecamatan Matawai La Pawu. (Foto: ONI]




Mengenai waktu jualannya, Afliana menguraikan dirinya berjualan memanfaatkan waktu ramai arus lalu lintas di ruas jalan tersebut yang berkisar dari pagi hari sekitar pukul 08:00 Wita sampai dengan pukul 19:00 Wita malam. Karena pada kisaran waktu tersebut, kendaraan yang melintas, baik sepeda motor maupun mobil, sebagian besar selalu berhenti untuk beristirahat, sehingga dagangannya bisa laku terjual satu demi satu.

“Setiap hari bisa laku antara Rp 200 ribu, atau kalau kebetulan ramai karena banyak kendaraan yang berhenti, bisa sampai dengan Rp 500 ribu. Jadi ada keuntungan bagi saya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, atau kebutuhan anak sekolah yang kadang tiba-tiba perlunya,” urainya.

Nggiku Pingu Wula yang ditemui terpisah di kios jualannya yang berada persis di los jualan yang dibangun Disperindag Kabupaten Sumba Timur menguraikan dirinya berjualan sepanjang hari, karena bangunan tempat jualannya sudah dibangun menggunakan semen, sehingga dirinya bisa sekaligus beristirahat di dalam tempat jualannya tersebut.

“Saya jualan 24 jam, tetapi kalau malam lebih banyak istirahat karena kendaraan yang lewat juga sedikit dan tidak semua berhenti disini,” jelas Wula.




Karena berjualan 24 jam setiap harinya, Wula mengaku omset jualannya bisa mencapai Rp 500 ribu per harinya. Wula mengaku senang karena bisa mendapatkan los jualan yang dibangun lebih jauh dari badan jalan, sehingga terdapat ruang parkiran untuk kendaraan yang nantinya mau berbelanja makanan ringan, atau sekedar minum kopi panas di kios jualan mereka.

“Senang bisa ada los jualan ini, karena ada parkirannya. Jadi kendaraan besar bisa parkir di dalam dan tidak menghalangi ruas jalan uang ada. Jadi semoga dengan adanya los jualan ini, akan lebih banyak kendaraan yang beristirahat disini dan jualan kami bisa lebih laris lagi,” harapnya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons