Scroll to Top
Maki Mai
Posted by Frans Hebi on 26th September 2019
| 3143 views
Frans W. Hebi – Penulis Buku Autobiografi Frans W. Hebi Wartawan Pertama Sumba, Pengasuh Acara Bengkel Bahasa Max FM [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Kata Mai sebenarnya digunakan untuk menyebutkan jenis kelamin binatang dan tumbuh-tumbuhan. Bersinonim dengan kata betina, induk, biang. Misalnya, kuda mai, kerbau betina, induk ayam, biang keladi. Satu-satunya kata induk – dan ini sebagai pengecualian – yang digunakan untuk manusia kita temukan dalam ungkapan induk semang, yang artinya ibu asuh.

Semua suku bangsa di dunia mengenal juga maki lewat kata-kata, mimik dan panto mimik, lewat kinem atau bahasa tangan. Tapi tidak semua kata dan simbol itu mengarah pada seks atau alat kelamin.




Di Eropa misalnya, kalau orang mengepalkan keempat jari tangannya dan jari tengah ditegakkan lurus ke atas, itulah makian. Sama dengan orang Yunani. Jangan kita mengacungkan jempol di hadapan orang Yunani, karena itu adalah makian. Orang Roma tempo dulu ketika masih menguasai negara Yunani dengan ibu kota Constantinovel, kalau orang Roma marah atau maki, dengan suara keras mereka mengucapkan, CONSTANTINOVEL!!!

Orang Jawa kalau marah atau maki, cukup menyebut ndasmu (kepalamu), atau bajingan, yaitu tupai yang menghabiskan kelapa. Atau paling tidak, ndeso, artinya orang desa. Dan orang yang dituju sangat sakit hati.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons