Scroll to Top
VAKSIN DENGUE FDA
Posted by maxfm on 20th Mei 2019
| 791 views
FX. Wikan Indrarto Dokter Spesialis Anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM

MaxFM, Waingapu – Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau ‘Food and Drug Administration’ (FDA) pada hari Jumat, 3 Mei 2019 telah menyetujui Dengvaxia, vaksin pertama untuk pencegahan penyakit virus dengue yang disebabkan oleh semua serotipe virus. Vaksin ini disetujui untuk anak-anak berusia 9-16 tahun yang tinggal di daerah endemis dan sebelumnya memiliki penyakit dengue yang dikonfirmasi oleh laboratorium. Apa yang baru?

CDC memperkirakan lebih dari sepertiga populasi dunia, tinggal di daerah berisiko terkena infeksi virus dengue. Infeksi pertama dengan virus dengue biasanya tidak menimbulkan gejala atau penyakit ringan yang dapat disalahartikan sebagai flu atau infeksi virus lainnya. Infeksi berikutnya dapat menyebabkan demam berdarah yang parah, termasuk demam berdarah dengue (DBD), suatu bentuk penyakit yang lebih parah yang bisa berakibat fatal. Gejala mungkin termasuk sakit perut, muntah terus-menerus, perdarahan, kebingungan dan kesulitan bernafas. Sekitar 95 persen dari semua kasus demam berdarah parah yang dirawat inap di rumah sakit, berhubungan dengan infeksi virus dengue kedua. Karena tidak ada obat khusus yang disetujui untuk pengobatan penyakit demam berdarah, maka perawatan medis hanya terbatas pada penatalaksanaan untuk mengatasi gejala klinis saja.

Setiap tahun, diperkirakan 400 juta infeksi virus dengue terjadi secara global menurut CDC. Dari jumlah tersebut, sekitar 500.000 kasus berkembang menjadi DBD, yang berkontribusi terhadap sekitar 20.000 kematian, terutama di kalangan anak-anak. Meskipun kasus demam berdarah jarang terjadi di benua AS, penyakit ini sering ditemukan di Samoa Amerika, Puerto Riko, Guam, Kepulauan Virgin AS, serta Amerika Latin, Asia Tenggara, dan kepulauan Pasifik.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons