Scroll to Top
PEKAN IMUNISASI SEDUNIA 2019
Posted by maxfm on 24th April 2019
| 417 views
FX. Wikan Indrarto Dokter Spesialis Anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM

MaxFM, Waingapu – Dirayakan setiap minggu terakhir bulan April, Pekan Imunisasi Dunia (World Immunization Week) 2019 kali ini, bertujuan untuk mempromosikan penggunaan vaksin dalam imunisasi, guna melindungi semua orang pada segala usia, terhadap ancaman penyakit infeksi. Imunisasi telah menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun, dan secara luas diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan paling sukses dan hemat biaya di dunia. Namun demikian, masih ada hampir 20 juta anak yang tidak dan kurang lengkap divaksinasi di dunia saat ini. Apa yang harus dilakukan?

Tema kampanye tahun 2019 ini adalah ‘Perlindungan Bersama, oleh kerja Vaksin’ (Protected Together: Vaccines Work!) dan kampanye tahun 2019 ini juga akan merayakan Pahlawan Vaksin (Vaccine Heroes) dari seluruh dunia. Para pahlawan vaksin terdiri dari orang tua, anggota masyarakat, petugas kesehatan, dan para peneliti sebagai inovator, yang membantu memastikan kita semua pada segala usia, akan dilindungi melalui kekuatan vaksin (#VaccinesWork).




Pada sepanjang tahun 2017, jumlah anak secara global yang diimunisasi mencapai 116,2 juta atau yang tertinggi yang pernah dilaporkan. Selain itu, sejak tahun 2010 terdapat 113 negara yang telah memperkenalkan vaksin baru, sehingga terdapat tambahan lebih dari 20 juta anak yang telah divaksinasi. Namun demikian, meskipun ada banyak manfaat vaksin, semua target untuk menghilangkan penyakit menular, yaitu campak, rubella, dan tetanus pada ibu dan bayi, masih berada di luar jangkauan. Bahkan selama dua tahun terakhir ini, dunia telah mengalami banyak wabah campak, difteri dan berbagai penyakit infeksi lain, yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin. Sebagian besar anak yang tidak diimunisasi adalah mereka yang tinggal di komunitas termiskin, terpinggirkan, dan terkena dampak konflik bersenjata.

Agar setiap orang, di mana saja mereka tinggal, mampu bertahan hidup dan berkembang dengan baik, maka setiap negara harus mengintensifkan upaya untuk memastikan, bahwa semua warganya menerima manfaat vaksin yang mampu menyelamatkan nyawa. Selain itu, setiap negara yang telah mencapai atau membuat kemajuan ke arah tujuan imunisasi, yaitu eliminasi suatu penyakit menular, harus tetap bekerja keras untuk mempertahankan kemajuan yang telah dibuat.



Tujuan utama dari kampanye Pekan Imunisasi Dunia tahun 2019 ini, adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya imunisasi secara penuh, sepanjang hidup manusia. Tujuan khususnya adalah untuk, pertama menunjukkan bukti manfaat vaksin untuk kesehatan anak, masyarakat dan dunia. Kedua, menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan cakupan imunisasi sambil mengatasi kesenjangan yang masih ada, termasuk melalui peningkatan investasi. Ketiga, menunjukkan bagaimana imunisasi rutin merupakan dasar untuk terbentuknya sistem kesehatan yang kuat dan tangguh, serta tercapainya cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Couverage (UHC). Memperluas akses ke imunisasi sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, dan pencapaian UHC. Imunisasi dasar rutin merupakan titik kontak dengan sistem layanan kesehatan pada awal kehidupan dan menawarkan kepada setiap bayi, kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih sehat, dari awal hingga usia tua.

Pesan kunci pada Pekan Imunisasi Dunia 2019 yang istimewa ini adalah kita membutuhkan bantuan pahlawan imunisasi di manapun berada, untuk menjangkau 1 dari 10 anak, yang sampai sekarang masih tidak memiliki akses ke layanan vaksin. Pada semua usia, vaksin mampu menyelamatkan nyawa, bahkan vaksin melindungi anak kita dan vaksin juga melindungi kita semua sebagai orang dewasa, dari ancaman penyakit menular. Vaksin mampu memberikan tambahan makna dalam kehidupan, yaitu masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak kita.




Kita semua wajib memastikan bahwa vaksin telah menjangkau semua orang yang paling membutuhkannya. Bahkan kita semua diundang untuk dapat menjadi Pahlawan Vaksin (Vaccine Heroes). Caranya adalah dengan memastikan kita dan keluarga kita telah divaksinasi tepat waktu dan setiap saat diperbaharui. Selain itu, sebelum melakukan perjalanan ke suatu daerah endemis penyakit menular, kita diharapkan memastikan pemberian vaksin untuk melindungi terhadap penyakit infeksi di tempat tujuan. Menjadi juara vaksin (be a vaccine champion) juga perlu dilakukan, yaitu dengan cara menjelaskan kepada setiap orang di sekitar kita tentang manfaat vaksin. Dalam hal ini perlu penekanan bahwa vaksin mampu menyelamatkan hidup, membantu anak agar dapat belajar dan bertumbuh, karena kemampuan vaksin mencegah penyakit infeksi serius, menghindari cacat dan kematian.

Momentum Pekan Imunisasi Dunia (World Immunization Week) 24-30 April 2019, juga mengingatkan para petugas kesehatan di manapun. Hendaknya pada setiap tindakan pemeriksaan atas pasien, dijadikan kesempatan untuk melakukan edukasi dan pencatatan (check-in) tentang vaksinasi. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk pasien anak, tetapi juga untuk para pasien remaja, dewasa, dan lansia.

FX. Wikan Indrarto – Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Lektor di FK UKDW Yogyakarta, Alumnus S3 UGM

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons