Scroll to Top
Nelayan Dari Luar Sumba Timur Tangkap Ikan Menggunakan Bom Ikan di Perairan Laiwotung
Posted by maxfm on 15th Januari 2019
| 599 views
Pantai Laiwotung, Kadahan Sumba Timur Foto Tahun 2015 [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Sudah 3 hari berturut-turut nelayan dari sekitar Sumba melakukan pengeboman untuk menangkap ikan dari perairan Laiwotung, desa Kadahang, Kecamatan Haharu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT.

Salah satu warga desa Wunga kecamatan Haharu, Barawali yang dihubungi pertelpon mengatakan warga setempat hanya bisa menonton saja ulah nelayan yang menangkap ikan dengan cara merusak dengan menggunakan bom ikan.

Nelayan Di Pantai Laiwotung, Foto Tahun 2015 [Foto: Heinrich Dengi]

Barawali : Ia Laiwotung
Heinrich : Siapa yang melakukan pengeboman ikan Pak?
Barawali : E kita tidak tahu yang melakukan pengeboman ikan ini orang dari mana dan mau ke mana, hanya kita tahu kemarin kena ancaman kita punya teman dengan sekretaris desa Kadahang.
Heinrich : Kena ancaman kenapa Pak?
Barawali : Kalau bilang mau ambil ikan, ambil ikan saja dia bilang begitu (red. Nelayan yang bom ikan), kalau nyumu mau ini?
Heinrich : Apa dia mau kasi meledak begitu?
Barawali : Ya mau kasi meledak meledak begitu, kawan lari kembali ke darat karena takut meledak

Tambah Barawali, pengeboman ikan sekitar tanjung Sasar Sumba Timur sudah berlangsung lama dari tahun ke tahun dan tidak ada solsusi.

Sementara itu Warga Haharu Sumba Timur Benyamin Meharatu juga membenarkan kejadian pegeboman ikan di pantai Laiwotung Kadahang, kata dia nelayan yang melakukan pengeboman ikan di sekitar Laiwotung dari dari wilayah sekitar Sumba.

Nelayan Di Pantai Laiwotung, Foto Tahun 2015 [Foto: Heinrich Dengi]

Kata Benyamin Meharatu tiap tahun terjadi pengeboman ikan di lokasi yang sama ketika musim ikan kombong dari Desember sampai April, setelah habis musim ikan kommbong di April mereka menghilang, nanti Desember mererka datang lagi untu bom ikan di Laiwotung dan sekitarnya.

Tambah Benyamin Meharatu masyarakat sudah melapor ke Pemerintah dan Polisi tetapi tak berdaya melawan pengebom ikan karena kekurangan alat.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons