Scroll to Top
TARIF TUNGGAL JKN
Posted by maxfm on 15th November 2018
| 1178 views
FX. Wikan Indrarto Dokter Spesialis Anak, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM

MaxFM, Waingapu – Layanan pasien peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) harus mengikuti regulasi yang ada. Salah satunya adalah rujukan berjenjang secara ‘on line’. Apa yang sebaiknya diperbaiki?

Tujuan kita adalah untuk menciptakan layanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan legal. Layanan kesehatan bermutu buruk, terbukti menghambat kemajuan dalam meningkatkan derajad kesehatan pada warga negara. Hal ini termuat pada laporan gabungan yang dikeluarkan pada Kamis, 5 Juli 2018 oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi atau ‘The Organisation for Economic Co-operation and Development’ (OECD), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia (World Bank). Laporan tersebut berjudul Layanan Kesehatan Global menuju Cakupan Kesehatan Semesta atau ‘Universal Health Coverage’ (UHC), yaitu sebuah kondisi di mana setiap orang dapat menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan, tanpa mengalami kesulitan dalam bidang keuangan.




Layanan pasien di Indonesia yang memerlukan rujukan oleh dokter di puskesmas atau Faskes Primer lainnya, saat ini dilakukan menggunakan aplikasi p-care. Layanan dokter spesialis di RS tipe D atau tipe terendah yang dituju, dilakukan sesuai data HFIS (Health Facilities Information System), termasuk jadwal praktek dokter spesialis dan kuota pasien yang akan dilayani. Kalau sudah hampir penuh atau 80% kuota terpenuhi, maka pasien akan dirujuk ke RS dengan tipe D yang sama, bahkan dapat juga diteruskan dengan naik tipe RS ke C, B dan A, bila tetap penuh.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons