Scroll to Top
Jumpa Yonatan K. Nunu “Penyanyi dan Pencipta Lagu Sumba”
Posted by Heinrich Dengi on 19th November 2018
| 181 views
Penyanyi dan Pencipta Lagu Sumba, Penyanyi dan Pencipta Lagu Sumba, Yonatan K. Nunu [Foto: Heinrich Dengi] [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Tidak menyangka saya bertemu salah satu pencipta lagu dan penyanyi lagu-lagu tradisional Sumba yang terkenal tetapi belum pernah saya jumpai.

Siang ini tanpa sengaja di Mondulambi, saya berjumpa Yonatan K. Nunu asal desa Uma Manu, Kecamatan Lewa Tidahu, Sumba Timur yang dikenal luas warga sekitar bahkan dikenal hingga di sudut-sudut wilayah Lewa dan sekitar, yan gkebetulan seang berkunjung ke keluarganya di Mondulambi.




Yonathan Kanuru pada masanya dikenal sebagagai penyanyi lagu-lagu Sumba yang dicipta sendiri dan dinyanyikan di berbagai acara tanpa iringan musik.

Salah satu warga desa Mondulambi, Lewa Tidahu Lasarus L. Pekuwali mengatakan, Yonatan K. Nunu selalu diminta menyanyi saat potong padi dan saat potongan padi diinjak untuk melepaskan bulir padi yang dikenal dalam bahasa Sumbanya “Parina”.



“Saat belum ada alat rontok padi, kami yang tanam padi di desa Mondulambi dan di desa-desa sikitar selalu meminta Yonathan Kanuru untuk menyemangati keluarga yang datang membantu memotong padi dan menijak-injak batang padi yang sudah dipotong, kalau kami undang kami membayar sesuai kesepakatan, kadang kalau tidak ada uang kami bayar dengan hasil padi yang ada,” kata Lasarus L. Pekuwali warga desa Mondulambi, Senin (19/11/2018)

Tambah Lasarus bahkan hingga sekarang kalau ada acara pemerintah di kantor Kecamatan, Yonathan Kanuru sering diminta untuk membawakan lagu-lagu Sumba.

Salah satu lagu Sumba yang terkenal hasil karya Yonathan adalah Kuta Muru (Sirih Muda), selain itu masih banyak lagu lainya.

Kata Yonatan lagu ini berkisah tentang keadaan dirinya saat lagu ini dubuat sekitar 20 tahun lalu mengalamikesulitan dalam hidup. Waktu itu lajut Yonatan ia masih remaja, saat ayahnya meninggal, setelah ditinggal ayahnya keluarga mengalami masalah karena ibunya masuk penjara. Untuk bertahan hidup dan menghidupi keluarga yang ada dirinya berusaha menjual sirih, dan untuk menarik perhatian pembeli maka dirinya menciptakan lagu Kuta Muru sehingga saat bejualan para pelanggan dari jauh sudah mengetahui bahwa dirinya yang berjualan sirih.



Masih kata Yonatan K. Nunu dirinya biasa berjualan sirih dari dengan berjalan desa Uma Manu ke Lewa (sekitar 30 menit perjalan dengan mobil dan jlan sudah beraspal) serta juga berjualan dengan jalan kaki ke desa lainnya.

Saya saat membujuk Yonathan untuk bernyanyi agar bisa merekam videonya sebenarnya Yonatan tidak mau, tetapi karena saat itu ada beberapa warga desa yang bersama kami dan membujuk agar dirinya mau menyanyi maka jadilah rekaman ini.

Selamat menikmati!

Print Friendly, PDF & Email