Scroll to Top
Bangsawan Sumba Timur Dikubur Seletelah Mayatnya Disimpan 2 Hingga 10 Tahun
Posted by maxfm on 28th Oktober 2018
| 1677 views
Jenasah Diturunkan dari Uma Bokul Siap Dimakamkam [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM,Waingapu – Sumba Timur kembali menjadi soroton wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional karena kebudayaan dan adat istiadatnya yang masih dipegang teguh. Seperti yang terjadi di kampung Praiyawang, Desa Rindi, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur. Penguburan empat orang bangsawan sekaligus secara adat, mengundang daya tarik tersendiri bagi wisatawan, hingga artis nasional turut hadir dalam acara pengebumian empat bangsawan Sumba Timur untuk menyaksikan secara langsung prosesi adat ini.

Menurut seorang wisatawan asal Australia Joseph Lamont, ini adalah pertama kalinya ia mengikuti proses penguburan bangsawan secara lengkap,

“ Saya harus menunggu selama setahun untuk bisa mengikuti prosesi penguburan ini dan prosesi ini adalah hal yang luar biasa menarik dan berharap agar tradisi penguburan semacam ini harus tetap dipertahankan,” kata wisatawan asal Australia Joseph Lamont di Kampung Praiyawang Rindi, Sabtu (27/10/2018)

Keluarga Yang Akan Melayat Terakhir Kali Menanti Kesempatan Untuk Masuk Uma Bokul [Foto: Heinrich Dengi]




Keempat bangsawan yang dimakamkan setelah disimpan mayatnya antara 2 hinga 10 tahun diantaranya adalah Umbu Tay Huka Pati, Tamu Rambu Ana Motur, Oemboe, Toenggoe, dan Umbu Turupaita. Jenasah yang paling lama disimpan adalah Umbu Tay Huka Pati yang sudah tersimpan selama 10 tahun di rumah besar atau Uma Bokul.

Menurut ketua Marapu, Umbu Maramba Hau, dibutuhkan waktu sebulan bahkan lebih untuk mempersiapkan segala ritual adat ini. Ia juga mengatakan 64 marga yang hadir dalam prosesi penguburan.

Wisatawan Mancanegara Menyaksikan Prosesi Penguburan di Kampun Praiyawang [Foto: Heinrich Dengi]



Dalam keseluruhan prosesi pemakaman kata ketua Marapu, Umbu Maramba Hau 9 ekor hewan yang dikurbankan dalam ritual. Diawali dengan pemotongan seekor kerbau kemudian dilanjutkan dengan pemotongan empat ekor hewan yakni 2 kerbau dan 2 kuda sebagai tanda jenasah dikeluarkan dari rumah besar menuju ke lokasi pemakaman yang diiring oleh 4 ekor kuda dan 16 orang papanggang atau penjaga jenasah (hamba), masing-masing jenasah diring 1 ekor kuda dan 4 orang papanggang. Kuda yang digunakan adalah kuda yang telah dihiasi dengan pakaian kebesaran, begitu pula dengan papanggang (hamba), mereka menggunakan pakaian kebesaran yang dilengkapi perhiasan. Setelah jenasah dimasukkan kedalam liang lahat, kembali lagi mereka memotong 4 ekor hewan 2 kuda dan 2 kerbau.

Pemotongan Kerbau Awali Seluruh Prosesi Pemakaman [Foto: Heinrich Dengi]

Semua hewan yang dipotong dalam ritual ini tidak boleh di konsumsi baik oleh keluarga maupun tamu yang datang melayat. Hewan-hewan tersebut kemudian dibuang ke pinggir kampung. Ritual adat ini masih akan berlangsung hingga tiga sampai delapan hari kedepan setelah pemakaman.

[Heindrina Pe, Mahasiswa Jurusan Komunikasi UNWIRA Sumba yang lagi KKL di Radio Max FM Waingapu]

Print Friendly, PDF & Email