Scroll to Top
Wakil Ketua KPK : “Golput Pilpres Mempengaruhi Indeks Korupsi”
Posted by maxfm on 15th Agustus 2018
| 142 views
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang [Foto: Ignas Kunda]

MaxFM, Waingapu – Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Saut Situmorang menyatakan bahwa indeks korupsi indonesia akan stagnan dan tidak meningkat walaupun banyak operasi tangkap tangan yang telah dilakukan pihak KPK, apabila dalam pemilihan presiden 2019 nanti jumlah masyarakat yang tidak memilih atau golput meningkat.

Hal itu ditegaskan wakil ketua KPK Saut Situmoang ketika berkunjung ke Waingapu, untuk menghadiri acara adat peminangan putra tunggalnya (11/08/2018).

Saut menyatakan saat ini indeks korupsi Indonesia hanya naik dua persen dari angka 35 persen ke angka 37 persen dari penilaian yang dilakukan oleh Variaties Democracy salah satu lembaga internasional yang menilai pemilu di indonesia.





Menurut Saut Situmorang operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK selama ini sudah cukup baik namun belum mampu menaikan indeks korupsi karena penilaian bukan hanya jumlah koruptor yang ditangkap.

“Angka 37 yang diperoleh Indonesia sangat lambat naik indeks korupsinya walaupuan operasi tangkap tangan sudah lebih banyak dari 7 per tahun ke 18 per tahun namun masih tetap di angka 37,” kata Saut ketika bincang-bincang dengan sejumlah wartawan di salah satu hotel di Waingapu.

Saut menjelaskan indeks korupsi dinilai oleh 9 institusi internasional yang menilai tentang Pegawai negeri sipil, perijinan, pajak, polisi, jaksa, guru dan sawsta.




Kalau mau naik maka masyarakat Indonesia tidak boleh golput pada pileg dan pilpres dengan datang ke TPS dan memilih serta menghilangkan konflik of interest.

“Golput itu mempengaruhi karena mereka menilai itu majority-nya, karena itu kita harus mendorong masyarakat untuk datang ke tps dan memilih pemimpin yang disukai, karena akan kelihatan bahwa masyarakat Indonesia senang bergembira menikmati melaksanakan pemilu, sehingga variati democratis yang menilai indonesia bisa naik maka kalau angka bisa naik maka rata-rata dari 9 institusi itu jadi naik, jadi jangan anggap tidak ada isu korupsi dalam pelaksanaan demokasi itu, ini bisa menunjukan indonesia patuh tehadap demokasi yang mereka buat sendiri,“ jelas Saut Situmorang.

Wakil ketua KPK Saut Situmorang hadir di acara adat kenoto atau pinangan putranya yang mempersunting gadis asal Sumba Timur di Waingapu. [ Ignas Kunda ]

Print Friendly, PDF & Email