Scroll to Top
Lely Harakai: “Saya Pastikan Pasien RSUD URM Tak Lama Menunggu Untuk Diperiksa”
Posted by maxfm on 12th Agustus 2018
| 368 views
Direktur RSUD Umbu Rara Meha, Dokter Lely Harakai [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Perkembangan teknologi komunikasi via internet yang semakian tinggi di Indonesia Timur rupanya juga mendorong pihak Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha RSUD URM Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur NTT, terus berkreasi memanfaatkan intenet melalui aplikasi online demi mengutamakan pelayanan prima kepada pasien.

Rumah sakit paripurna pertama di povinsi NTT itu kini telah memberikan pelayanan berupa pendaftaan secara online melalui aplikasi whatsapp demi meningkatkan mutu pelayanan prima agar pasien tidak lama menunggu, hal ini diungkapkan oleh direktur RSUD URM, dokter Lely Harakai ketika tampil di diskusi inteaktif malam Minggu pada acara talk show di Radio Max FM Waingapu (11/08/2018).




Menurut Lely Harakai, di RSUD URM ketersediaan tenaga dokter semakin baik, hingga membuat jumlah pengunjung semakin meningkat, namun tidak sebanding dengan ruang tunggu yang dirasa akan semakin sempit karena meledaknya jumlah pasien , oleh karena itu pihaknya harus mencari cara agar pasien tetap merasa nyaman ketika berada di rumah sakit.

Direktur RSUD Umbu Rara Meha, Dokter Lely Harakai Saat Diskusi di MaxFM dipandu Bung Ray [Foto: Heinrich Dengi]

“Bagaimana kita cari solusi biar orang datang di rumah sakit tidak lama-lama namun kangung dapat pelayanan sehingga kita luncurkan program pendaftaran online buat pasien rawat jalan,” kata Lely Harakai yang sudah 4 tahun menjabat direktur.

Lely juga menjelaskan walaupun sebagian Warga di kampung-kampung di Sumba belum mengenal internet atau belum memiliki smartpone dengan operasi sitem seperti android yang banyak di pakai sekarang ini, mereka bisa memanfaatkan keluarga atau kenalan mereka yang memiliki smartphone untuk bisa mendaftar secara online agar tidak lama menunggu saat datang memeriksakan diri di pemeriksaan rawat jalan.

Selain itu menurut dokter Lely Harakai, standar pelayanan rumah sakit harus ada rekam medis dan pada pelayanan yang masih manual non online setiap pendaftar harus menunggu keluarnya status ketika pasien sudah berada di rumah sakit, dan akan memakan waktu lama karena bila status rekam medis tidak tersimpan dengan baik maka butuh waktu yang lama untuk mencari atau menunggu dibuatkan status baru.

Namun waktu akan dipangkas bila mendaftar secara online ketika pasien masih di rumah dan akan datang sesui waktu yang telah dikonfirmasi oleh petugas, dengan status telah tersedia dan langung bisa menerima pelayanan dari dokter.

“Bila ada pasien terlambat, tetap akan dipanggil, contohnya pasien nomor urut satu datang terlambat maka setelah pelayanan pasien nomor urut 2 akan dipanggil lagi, lalu bila tidak ada juga akan dipanggil lagi setelah pasien nomor 3 dan bila masih juga tidak ada maka dipanggil lagi setelah nomor urut 4, setelah 3 kali dipanggil maka akan dilewatkan karena dianggap pasien tidak datang, “ jelasdirektur RSUD URM dokter Lely Harakai.


Cara pendaftaran online lewat whatsapp, bila pasien baru atau yang belum pernah ke RSUD URM , dengan mengetik, baru#nama#poli tujuan#keluhan, lalu kirim ke nomor tujuan 082288686111. Untuk pasien lama atau yang sudah pernah ke rumah sakit format ketikan lama#nama#nomor rekam medis#poli tujuan #keluhan, lalu kirim ke nomor tujuan 082288686111

Waktu pendaftaran secara online juga diupload ktp, kartu bpjs kesehatan, suat rujukan dan akan dapat balasan daripetugas pemberitahuan nomor kunjungan, jam berapa harus bekunjung lalu saat tiba di poli rawat jalan RSUD URM melapor ke loket online.

Masih kata dokter Lely Harakai, walaupun sudah ada pelayanan online satu bulan terakhir ini , RSUD URM juga tetap melayani pendaftaran secara non online.

“Menunggu dalam keadaan demam atau sakit gigi itu sangat menyakitkan, sekarang waktu pelayanan pasien semakin singkat hanya 2- 10 menit sedangkan bila non online pasien harus menunggu 1-3 jam,” ungkap dokter Lely wanita kelahiran Melolo Sumba Timur itu.

Dalam diskusi dua jam di live studiao MaxFM Waingapu, terobosan lain yang akan dilakukan berikutnya oleh RSUD URM kata dokter Lely harakai adalah dengan mempersiapkan sistim untuk menerapkan juga pendaftaan online melalui aplikasi lain yakni facebook baik untuk pasien rawat inap, lalu Sumba home care dan telemedicine.



Dari penelususan MaxFM, dua tahun setelah menjabat direktur pada tahun 2015, lulusan Mater Kesehatan dari Universitas Airlangga Surabaya itu, telah membuat RSUD URM menjadi rumah sakit paripurna petama di NTT walau bukan terletak di kota provinsi .

Direktur RSUD Umbu Rara Meha, Dokter Lely Harakai Saat Diskusi di MaxFM dipandu Bung Ray, Live Music Oleh Adi Gaplec [Foto: Heinrich Dengi]

Bagi dokter Lely pelayanan prima di sebuah rumah sakit menjadi bukan hanya ditunjukkan lewat slogan namun dengan kerja keras dan terus berinovasi dengan menima setiap masukan serta tegas dalam menerapkan aturan yang belaku.

“Pasien nomor satu karena nyawa hanya satu, maka sebagai karyawan saya memeberikan penegasan bahwa harus merasa kalau saya adalah pasien, maka dengan begitu karyawannya akan bekeja dengan hati dan kami terus belajar pada rumah sakit yang lebih maju dan tidak berpuas diri dengan hanya membandingkan dengan rumah sakit yang masih dibawah standar pelayanan khususnya di NTT ini”. Pesan dokter Lely Harakai pada semua pendengar Max FM.

Dokter Lely juga menyampaikan terimakasih kepada rekan kerjanya di RSUD URM, keberhasilan yang dicapai selama ini inovasi sistim pendaftaran online rawat jalan juga atas kerja keras semua pihak, tanpa tim kerja yang bekerja keras dan maksimal kami tidak bisa mencapai apa-apa jelasnya.

Talk show yang dipandu penyiar bung Ray, kali ini juga didampingi live music dari Anahumba akustik dengan personilnya Adi Gaplec yang menyanyikan lagu-lagu slow rock diiringan petikan gitar yang dimainkannya sendiri.
[ Ignas Kunda ]

Print Friendly, PDF & Email