Scroll to Top
Membakar Padang Itu Bukan Budaya Orang Sumba
Posted by maxfm on 2nd Januari 2018
| 2372 views
Frans W. Hebi, Wartawan Senior, Budayawan, Narasumber Tetap Acacra Bengkel Bahasa Radio MaxFM [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Beberapa waktu yang lalu ada perdebatan menyangkut Membakar Padang. Ada yang menganggap membakar padang itu budaya Sumba. Yang lain mengatakan bukan budaya. Untuk menjernihkan permasalahan kami menurunkan topik ini.

Jauh sebelum manusia mengenal api, maka hidup manusia tidak berbeda dengan binatang. Semua barang makanan dilahap mentah. Bila musim hujan manusia kedinginan. Malam menjadi sebuah misteri yang menakutkan.

Setelah manusia mengenal api, manusia tidak langsung menghubungkannya dengan memasak makanan atau membakar ubi, jagung, daging, dsb. Api hanya digunakan untuk memanaskan badan kalau dingin atau sebagai penerangan pada malam hari yang dianggap misteri, menakutkan.

Banyak dongeng atau cerita rakyat yang menggambarkan bahwa dulu nenek moyang kita masih makan mentah karena belum mengenal api. Dalam dongeng Rambu Kahi Maranongu, kita dapat membaca kalimat ini:



Setiba di rumah, Apu Kammi menyuguhi tamunya beras dan daging mentah agar dia makan karena itulah kebiasaan di negeri itu. (Baca buku, Cerita Rakyat Sumba, karangan kami, hlm. 65). Rambu Kahi Maranongo inilah yang memperkenalkan api kepada masyarakat di daerah itu sehingga mereka mulai memasak makanan sebagaimana layaknya hingga sekarang.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons