Scroll to Top
“Marlina” di Mata Pdt. Herlina Ratukenya
Posted by maxfm on 22nd November 2017
| 4142 views
Pdt. Herlina Ratukenya [Pendeta Jemaat GKS Waingapu, Pemerhati Sosial dan Pendidikan Interreligius]

MaxFM, Waingapu – Film “Marlina si Pembunuh dalam empat Babak” menarik perhatian masyarakat Indonesia karena meraih predikat juara di tingkat internasional dalam ajang festival film di Australia, Maroko, New Zeland dan beberapa negara lainnya. Buah tangan sutradara Mouly Surya. Penghargaan-penghargaan itu layak diterima oleh film ini.

Saya menonton film “Marlina” bersama dua perempuan hebat Anggraini Nana Anggie dan Yanti Buky. Sebelum saya tiba di Kupang untuk kegiatan Peruati (TOT Keadilan Gender), tiket sudah dibeli oleh Anggie. Bukan karena dia membeli tiketnya jadi saya mengatakan dia hebat. Tapi pengalaman hidup mereka yg membuat saya mengatakan mereka adalah “Marlina” yang menempuh cara yang berbeda dari Marlina dalam film ini, demi membela hak-hak mereka. Bagaimana kisahnya?

Saya mulai dengan kisah Marlina si pembunuh dalam kisah 4 babak karya Mouly Surya. Kisah ini mengambil lokasi syuting di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT. Marlina adalah sosok perempuan yang melawan kekuasaan patriarkhi (nilai yang mengutamakan kekuasaan laki-laki sebagai aturan kehidupan). Seorang perempuan yang menjanda, punya anak laki-laki namanya Topan tetapi meninggal (tidak diketahui penyebabnya). Untuk biaya pemakamannya Marlina berhutang, sedangkan suaminya belum dimakamkan kemungkinan belum punya biaya. Dalam budaya Sumba, biaya pemakaman sangat mahal. Karena belum sanggup memakamkan suaminya, maka jenazah sang suami diletakan dalam keadaan duduk di pojok ruang tamu ditutupi kain.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons