Scroll to Top
Warga Perbatasan RI – Australia Kibarkan 1945 Bendera Merah Putih
Posted by maxfm on 18th Agustus 2017
| 2028 views
Pengibaran Bendera Merah Putih di Mercusuar Pulau Menggudu [Foto: Ignas Kunda]

MaxFM, Waingapu – Merayakan HUT RI ke 72, Kamis (17/08/2017), Warga pulau Salura, yang merupakan daerah perbatassan Republik Indonesia RI – Australia melakukan pengibaran bendera merah putih sebanyak 1945. Pengibaran bendera ini dilakukan di 3 pulau yakni pulau Salura, pulau Kotak atau Kambing dan pulau Menggudu.

Pengibaran pertama di Pulau salura disertai dengan upacara detik-detik proklamasi sekitar pukul 09.30 wita. Upacara yang berlangsung semarak dan penuh kidmat diikuti oleh ratusan warga Salura, pelajar tinggkat SD dan SMP Satap Salura, aparat Polisi Polsek Karera, pos Polisi perbatasan Salura, TNI dari Koramil Karera, PNS kecamatan Karera, anggota DPRD Sumba Timur, serta tokoh masyrakat dan agama kecamatan karera.



Upacara kemudian dilakukan dengan pengibaran 1.000 bendera di pantai pulau Salura dan dilanjutkan dengan pawai ratusan perahu motor nelayan membawa ratusan warga dengan bendera merah putih mengitari pulau salura menuju pulau Kotak untuk mengibarkan 900 bendera merah putih. Pengibaran kemudian dilanjutkan dengan pawai ratusan perahu motor dengan masih membawa 45 buah bendera merah putih menuju lokasi terakhir di pulau Menggudu dengan waktu tempuh sekitar 20 menit melawan ganasnya ombak samudra Hindia. Di pulau Menggudu warga harus berjalan sekitar 20 menit lagi di tepian pantai, menuju mercusuar yang akan menjadi lokasi pengibaran bemdera terbesar berukuran 4×5 meter pada puncak mercusuar. Pengibaran harus dilakukan secara hati-hati oleh warga pada dinding luar mercusuar. Kemudian acara ditutup dengan penghormatan bendera di tepi pantai Menggudu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pengibaran Bendera Merah Putih di Pantai Pulau Menggudu [Foto: Ignas Kunda]

Umbu Yadar tokoh masyarakat setempat mengaku senang bisa ada upacara pengibaran bendera di pulau terluar sebagai wujud kecintaan terhadap Republik Indonesia. “Walau dengan segala keterbatasan yang ada kami tetap mencintai Indonesia,” aata Umbu Yadar.



Penjabat kepala desa Fanus Marambadima mengatakan, ini merupakan pertama masyrakat desa Prai Salura merayakan HUT kemerdekaan RI di pulau Salura bersama seluruh warga dan aparat pemerintah. “Sebelumnya upacara hanya dipusatkan di kota kecamatan Nggongi, makanya kami minta sesekali juga dirayakan di pulau terluar seperti kami di Salura dan akhirnya semua bisa terwujud pada hari ini,” ujar Fanus.

Pulau salura merupakan Salah satu dari 3 pulau terluar yang berpenghuni. Sedangkan pulau kotak dan pulau Menggudu tak berpenghuni. Sekian puluh tahun warga kesulitan mendapatkan akses komunikasi seperti jaringan seluler yang tak memadai. Untuk komunikasi warga harus menyebrang ke pulau Sumba di pantai Katundu selama satu jam menerjang ombak ganas samudra Hindia.

Sebagai informasi tambahan perjalanan Waingapu ke Katundu Kecamatan Karera Sumba Timur dan sebaliknya menempuh perjalanan darat dengan medan yang berat, lama perjalanan sekitar 5 jam dengan mobil. [ Ignas Kunda ]

Print Friendly, PDF & Email