Scroll to Top
Prof. Rosichon Ubaidillah : Musim Kering Panjang Salah Satu Pemicu Ledakan Belalang Kembara di Sumba
Ditulis oleh maxfm on 18th Juni 2017
| Dilihat 439 kali

MaxFM, Waingapu – Rekaman pembicaraan ini dilakukan pada 27 Juni 2016, pada acara “Warga Bicara” di Radio MaxFM Waingapu. Narasumbernya Kepala Laboratorium Entomologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI Prof. Rosichon Ubaidillah yang diwawancara melalui telepon.

Saat itu kami mencari Ahli yang mengerti tentang belalang kembara dan meminta penjelasan kenapa situasi iini terjadi lagi di Sumba Timur. Serangan belalang kembara di 2016 berlangsung sekitar Maret sampai Agustus.

Waktu itu sesuai informasi dari lapangan serangan belalang kembara dimulai dari wilayah Timur dan terkonsentrasi sekitar Tana Raing Kecamatan Rindi Sumba Timur NTT sebelum menyebar ke kecamatan lain.

Konsentrasi belalang kembara yang paling tinggi yang sempat saya pantau waktu itu ada di wilayah desa Yubuwai dan Maubokul dengan kompososi bertelur, anak belalang dan belalang dewassa yang sudah bisa terbang dan jumlahnya luar biasa banyak.

Kepala Laboratorium Entomologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI Prof. Rosichon Ubaidillah saat diwawacara mengatakan serangga belalang kembara termasuk serangga hama yang sulit dikendalikan.

“Belalang kembara untuk Sumba pernah kita indentifikasi sebagai Locusta migratoria manilanensis ini sub species yang ada di Afrika, yang kita sebut Locusta migratoria migratoria. Populasi belalang ini baik yang ada di Afrika maupun di Indonesia biasanya ada populasi belalang yang meledak (outbreak) setiap beberapa tahun sekali. Biasanya didahului oleh masa kering yang panjang.” [Heinrich Dengi]

Print Friendly, PDF & Email
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone
Berita lainnya:close