Scroll to Top
Belalang Kembara : Bagaimana Mata Rantai Predatornya?
Posted by maxfm on 13th Juni 2017
| 5448 views
Gian Kirana Eufran, S.Si., MSi dan Welmince Bota, S.Pd., M.Pd., PS Teknologi Hasil Perikanan dan PS Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, Univ. Kristen Wira Wacana Sumba

MaxFM, Waingapu – Setiap makhluk hidup memiliki tingkatan trofiknya masing-masing. Belalang kembara masuk dalam tingkatan trofik ke-II yang adalah konsumen primer (konsumen I) yang mengkonsumsi tingkatan trofik I yaitu organisme autotrof yang adalah tumbuhan hijau sebagai produsen dalam tingkatan trofik (rantai makanan). Sebagaimana hama belalang yang terjadi saat ini di Sumba, penaganannyapun dapat melibatkan tingkatan trofik untuk dijadikan sebagai predator alami. Tingkatan trofik konsumen II sebagai pemakan belalang diketahui dapat berupa burung dan katak. Sedangkan untuk telur belalang, predator alaminya dapat berupa semut.

Padang Savana Yumbu-Sumba Timur, merupakan salah satu daerah yang merupakan key biodiversity area untuk burung. Beberapa jenis burung pemakan serangga yang ada di Waingapu-Sumba dan sekitarnya adalah Gemak Totol, Gemak Loreng, Gemak Sumba (endemis Sumba), Decu Belang, Branjangan Jawa, Kirik-kirik Laut, Bubut Alang-alang, Tekukur Biasa, Perkutut Loreng, Srigunting Wallacea, Kacamata Wallacea, Kacamata Limau, Myzomela Sumba, dan Burung Madu Sumba (endemis Sumba). Jenis-jenis burung yang diperkirakan dapat mengendalikan populasi serangga. Namun, tidak kurangnya juga penangkapan burung liar yang hendak diselundupkn ke luar Sumba Timur. Sehingga kejadian seperti dapat mengganggu ekosistem dalam tingkatan trofik untuk pengendalian populasi. Menyikapi hal ini, pemerintah diharapkan dapat juga mengendalikan penangkapan burung liar sehingga dengan tidak secara langsung kesediaan predator alami untuk mengendalikan hama belalang dapat terjaga.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons