Scroll to Top
Stok Pestisida Menipis
Posted by maxfm on 5th Mei 2017
| 594 views


Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan DPP Kabupaten Sumba Timur, Rudi Boling [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Tim Dinas Pertanian dan Pangan Sumba Timur kekurangan pestisida dan peralatan untuk membasmi belalang kembara.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabid TPH Dinas Pertanian dan Pangan DPP Kabupaten Sumba Timur, Rudi Boling yang dihubungi di ruang kerjanya Kamis (04/05/2017) mengatakan stok obat menipis dan perlatan kadang macet saat digunakan.

“Peralatan kita juga sudah lama sehingga kadang-kadang macet kalau kita pakai, kita harus perbaiki lagi, kalau stok obat Confidor yang sudah mulai terbatas, mulai menipis memang, karena hampir tiap hari laporan dari masyrakat kita layani, serangan dimana yang bisa mereka tangani kita layani obat dan petugas kita di sana, jadi disetia kecamatan kita mempunyai pengamat hama, ada petugas kita distu yang melapor setiap hari pergerakan dari pada serangan hama baik itu belalang, walang sangit maupun hama-hama lain seperti tikus,” jelas Kabid TPH Dinas Pertanian dan Pangan DPP Kabupaten Sumba Timur, Rudi Boling.

Tambah Kabid TPH Dinas Pertanian dan Pangan DPP Kabupaten Sumba Timur, Rudi Boling, salah satu kendala yang dialami petugas di lapangan adalah minimnya ketersediaan air untuk dicampur dengan insektisida , apalagi kalau petugas lapangan mengejar sumber belalang sampai 5KM dari jalan ke arah padang atau hutan, maka yang menghambat pekerjaan adalah lamanya waktu pergi pulang mengambil ari dari sumber air yang sduah disiapkan. Akibat lambatnya pengangkutan air menyebabkan pekerjaan penyemprotan jadi lambat.

Diberitakan sebelumnya belalang kembara menyerang 3 Kecamatan dari 22 Kecamatan di Sumba Timur dan akibatnya kebun jagung dan tanaman padi warga rusak dimakan kawanan belalang kembara.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons