Scroll to Top
Ribuan Warga Sumba Timur Satu Suara NKRI Harga Mati dan Menolak Radikalisme di Indonesia
Posted by maxfm on 13th Mei 2017
| 1844 views


Peserta Aksi FMSP NKRI di depan kantor Polres Sumba Timur

MaxFM, Waingapu – Ribuan orang yang tergabung dalam Forum Masayarakat Sumba Penduli FMSP NKRI di Waingapu Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT, turun ke jalan menyampaikan aspirasi NKRI harga mati dan menolak radikalisme.

Koordinatar FMSP NKRI Pendeta Naftali Djoru mengatakan aksi ini sebagi bagian dari aksi dengan masyarakat Indonesia lainnya yang menyuarakan tegaknya keadilan di Indonesia.

Foto di Depan Gedung DPRD Sumba Timur

“Ini gerakan sebenarnya gerakan spontan dari masyarakat, arah dari geraan aini sebenarnya turut terlibat bersama-sama dengan seluruh elemen msayarakat Indonesia yang menyuarakan kerihatinan menyangkut perlu tegaknya keadilan juga keprihatinan kepada persoalan-persoalan radikalisme dan intoleransi yang berkembang selama ini di Indonesia,” jelas Koordinator aksi Pendeta Naftali Djoru, Sabtu (13/05/2017).

Saat di depan Gedung DPRD Sumba Timur Pendeta Naftali Ndjoru sebagai koordinator aksi menyampaikan pernyataan sikap FMSP NKRI.

Foto di Depan Gedung DPRD Sumba Timur

“FMSP NKRI tidak menginginkan Panca Sila dirongrong oleh kekuatan apapundan tindakan ilegal apapun, kami mendukung pemerintah untuk melakukan berbagai upaya-upaya untuk meredam tindakan radikalisme, intorelansi dan yang anti demokrasi Indonesia,” ujar Naftali Djoru.

Aksi FMSP NKRI dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri kota Waingapu diawali dari lapangan Rihi Eti Prailiu, rombongan bergerak dan singgah di depan kantor Polres Sumba Timur untuk menyampaikan orasi dan meletakkan karangan bunga didepan kantor Polres Sumba Timur. Kemudian rombongan menuju taman kota Matawai, dan perwakilan aksi menaruh karangan bunga di depan kantor Pengadilan Negeri Waingapu sebagai ungkapan matinya keadilan di Indonesia. Aksi FMSP NKRI diakhiri di depan kantor DPRD Sumba Timur dengan menyampaikan pernyataan sikap dan bakar lilin bersama dengan tulisan SAVE NKRI.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons