Scroll to Top
Bupati Gidion : “Saya Menyambut Baik dan Mengapreseasi Kegiatan ini”
Posted by maxfm on 17th Mei 2017
| 835 views
Bupati Sumba Timur Gidion MbiliJora, Membuka kegiatan diskusi tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kadahang yang diselenggarakan oleh Konsorsium Subur Makmur DAS Kadahang – Sumba di Aula Gedung Umbu Tipuk Marisi, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT, Selasa (16/5/2017)

MaxFM, Waingapu —

“Saya menyambut baik dan mengapreseasi kegiatan ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” demikian Bupati Gidion Mbiliyora di Aula Gedung Umbu Tipuk Marisi, Selasa (16/5/2017).

Hal ini dikatakan Bupati Gidion Mbilijora dihadapan ratusan warga 19 desa, empat kecamatan dari Sumba Tengah dan Sumba Timur, dalam kegiatan diskusi tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kadahang.

Dijelaskannya, proyek subur makmur DAS Kadahang, merupakan sebuah proyek pengelolaan SDA berbasis masyrakat (PSDABM) di lokasi itu. Program tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2016.

Dikatakannya, “tersebar di 19 desa, empat kecamatan yakni Kecamatan Haharu, Lewa dan Lewa Tidahu, Sumba Timur serta Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Sumba Tengah.”

Proyek subur makmur ini, kata Gidion, merupkan kerja sama antar konsorsium Subur Makmur DAS Kadahang – Sumba dan MCA-Indonesia. DAS Kadahang berada di sekitar wilayah kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Timur dengan luas kurang lebih 565.000 Ha, terdapat 15 Sub DAS, 16 sungai dan 57 mata air.

“Desa – desa yang menjadi lokasi pelaksanaan program DAS Kadahang dipilih secara persuasif karena letaknya berada di mulai dari hulu di Sumba Tengah hingga hilir di Sumba Timur,” jelasnya.

Dipilihnya DAS Kadahang karena dengan implementasi kegiatan ini, jelas Gidion, diharapkan dapat mengatasi permasalahan SDA yang sering terjadi selama ini seperti kelangkaan air. Kebakaran padang dan ternak lepas yang permasalahannya cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut Dia, program DAS Kadahang dilakukan secara terintegrasi dan partisipastif dengan melibatkan semua stakeholder di dua kabupaten. Selain itu menganut sistem satu sungai, satu swakelola sumber daya alam (one river, one plan, one management).

Dijelaskannya, “Dengan visi membangun tata kelola tanah air dan air yang terhubung dari satu desa ke desa yang lain. Dari hulu ke hilir sungai dengan memperhatikan pembangunan DAS, di hulu yang memperhitungkan dampak dan kebermanfaatana bagi daerah hulu dan sebaliknya.” [ROMAN]

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons