Scroll to Top
Saling Bantu Lewat Donor Darah
Posted by Heinrich Dengi on 22nd Maret 2017
| 2017 views

Pak Kanis, Mendonorkan Darah di Radio MaxFM [Foto: Heinrich Dengi]
MaxFM, Waingapu – Beberapa waktu terakhir ini kita sering mendapat kabar permintaan darah untuk pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit Sumba Timur. Permintaan bantuan donor darah dilakuakan di berbagai media dan permintaan bantuan donor darah datangnya dari keluarga, kenalan bahkan pihak rumah sakit.

Kadang kita jumpai juga ada perdebatan sengit di media sosial dari pemilik akun media sosial yang mempertanyakan kenapa seiring sekali rumah sakit atau warga di Sumba Timur meminta bantuan darah bagi yang membutuhkan? Apa tidak adakah stok darah di rumah sakit setempat?

Di tempat kerja saya di Radio MaxFM Waingapu, hampir setiap hari kami juga mendapat pesan singkat yang meminta bantuan untuk menyampaikan kabar di radio untuk meminta bantuan ke pendengar Radio agar bersedia mendonorkan darah bagi pasien di bangsal apa, di rumah sakit mana. Bahkan sering juga diinfokan yang dibutukakan misalkan 8 kantong golongan darah B dan yang baru tersedia hanya 1 kantong darah, trus sisanya 7 kantong darah didapat dari mana, selain keluarga mencari sendiri pendonor, dan menyampaikan informasi kebutuhan donor darah lewat berbagai media.

Stok Darah Selalu Kurang

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha dokter Lely Harakai mengatakan, rata-rata kebutuhan darah untuk transfusi darah setiap bulan sekitar 350 kantong darah, sedangkan yang tersedia di Unit Tranfusi Darah RSUD Umbu Rara Meha sekira 225 kantong darah.

“Jadi ada selisih kekurangan stok darah perbulan sekitar lebih dari 100 kantong darah, karena itu kami berusaha mencari keluar Rumah Sakit, lewat kerjasama dengan berbagai pihak, misalkan dengan Bagian Binsos Pemda Sumba Timur yang membantu mengorganisir dan menyiapkan akomodasi pendonor, juga bekerjasama dengan pihak swasta seperti yang sudah rutin setiap 3 bulan dengan radio MaxFM,” kata Direktur RSUD Umbu Rara Meha dr. Lely Harakai.

Tambah Dokter Lely Harakai, pihaknya juga bekerjasama dengan sekolah dan pihak lain yang ingin membantu ketersediaan darah di Unit Tranfusi Darah UTD RSUD Umbu Rara Meha.

Pak Marcel Rampang, Rutin Mendonorkan Darah [Foto: Heinrich Dengi]
Melihat kebutuhan darah yang meningkat disertai sekurangan stok darah setiap bulannya di sarana kesehatan maka sejak akhir 2013 yang lalu kami Radio MaxFM berkomitmen untuk mengajak pendengar Radio MaxFM dan warga Waingapu untuk mendonorkan darah setiap 3 bulan sekali di Radio MaxFM. Terakhir jadwal donor darah di MaxFM pada 9 Desember 2016.

Hal yang saya amati sejak Donor Darah rutin setiap 3 bulan di radio MaxFM antara lain, mengajak warga untuk donor darah bukanlah pekerjaan gampang, sangat sulit mengajak banyak warga untuk mendonorkan darah secara suka rela. Saya juga tidak tahu secara persis kenapa tiap acara donor darah dimana saja di Waingapu paling banyak 30 hingga 50 bahkan ada juga yang saat donor darah yang mendonor hanya 20-an orang.

Apa mungkin warga takut akan jarum donor darah atau ada alasan lain, entahlah. Padahal untuk setiap kali donor darah di Radio MaxFM, kami mengajak warga lewat iklan ajakan donor-darah yang diudarakan 2-3 minggu sebelum acara donor darah. Bagi saya pribadi 30-50 orang yang datang donor darah terlalu sedikit, harusnya target kami bisa mencapai 200-300 pendonor sekali donor darah.

Mengajak Donor Darah Lewat Radio

Membicarakan donor darah, ajakan donor darah di Radio MaxFM sering dilakukan para penyiar. Berukang kali penyiarkan kami membicarakan manfaat mendonorkan darah. Saat masih bekerjasama dengan Rumah Sakit Kristen Lindimara lewat Kilnik Kesehatan Lindimara, beberapa dokter yang menjadi narasumber juga membicaraan manfaat baik mendonorkan darah secara rutin. Tetapi tetap saja saat kegiatan donor darah sangat sedikit yang mendonorkan darah.

Memang sesekali ada juga pendengar yang nimbrung mengudara di radio menanyakan ke penyiar, kalau mereka mendonorkan darah mereka dapat bayaran berapa? Tidak banyak sih yang menanyakan mereka dibayar berapa kalau mendonorkan darah, tetapi ada saja yang menyampaikan hal itu lewat telpon mengudara atau kirim pesan singkat.

Pada prinspipnya mengajak warga untuk mau mendonorkan darah bukanlah pekerjaan 1 atau 2 hari saja, perlu tenaga ekstra untuk terus menyampaikan dan mengajak warga untuk rela mendonorkan darah.

Terakhir saya mendonorkan darah 16 Maret 2017, di kartu donor saya sudah tercatat 12 kali donor darah, meskipun sebenarnya sudah lebih banyak jumlah saya mendonorkan darah.

Mungkin bagi banyak orang, mendonorkan darah tidaklah penting, tetapi setelah melewati belasan kali donor darah, maka bagi saya donor darah sudah menjadi kebutuhan pribadi. Mungkin juga dialami oeh pendonor darah lain, bila sudah waktunya tiba untuk mendonorkan darah, tubuh ini seperti memberi pesan atau tanda bahwa sekaranglah waktunya untuk mendonor.

Pak Marcel Rampang, Rutin Mendonorkan Darah [Foto: Heinrich Dengi]
Ada banyak keuntungan yang didapat pendonor, bila rutin mendonorkan darah. Perawat Marcel Rampang yang bekerja di RSUD Umbu Rara Meha menuturkan, beberapa tahun lalu sebelum dirinya jadi pendonor aktif, dirinya mengalami sakit. Waktu diperiksa dokter, kesimpulannya kadar trigliserida darah tinggi. Solusi yang ditawarkan selain minum obat juga donor darah rutin.

“Sejak saat itu saya berkomitmen untuk donor darah saja dan tidak meminum obat untuk menurunkan kadar trigliserida saya dan benar setelah melewati 3 kali donor darah, kadar trigliserida dalam darah saya turun drastis dan sekarang setelah lebih dari 20 kali donor darah saya tidak pernah lagi merasakan sakit yang hampir saja meyebabkan saya terkena serangan jantung,” ujar Marcel Rampang.

Tambah Marcel Rampang, dengan donor darah rutin membuat dirinya makin merasa sehat dari hari ke hari, waktu sebelum runtin donor darah, kerja sedikit saja lansung capek, sekarang tidak lagi. Mau dinas pagi, sore atau malam tidak ada masalah.

Kabar yang lain datang dari Pak Daud yang belum lama mulai mendonorkan darah secara rutin. Biasanya saya ketemu Bapak Daud saat kegiatan donor darah di MaxFM. Bapak Daud yang bekerja sebagai tukang batu sering berhubungan dengan semen. Akibatnya kulitnya sering mengalami koreng juga gatal. Setelah 2 atau 3 kali mendonorokan darah, kulitnya jadi bersih, tidak lagi nampak koreng dan gatal.

Suasana Donor Darah di MaxFM Waingapu [Foto: Heinrich Dengi]
Keuntungan Jadi Pendonor Aktif, Sebagai Pengalaman Pribadi

1. Biasanya dalam satu atau dua tahun ada waktunya saya mesti mengalami rawat inap di Rumah Sakit, tetapi sejak 2013 saya duah tidak lagi merasakan harus rawat inap di RS.

2. Sejak saya mendonorkan darah secara rutin saya merasa sehat dan fisik selalu fit.

3. Orang bilang, kalau jadi pendonor darah berat badan akan naik, tetapi pengalaman saya berbeda. Dengan rutin mendonorkan darah berat badan saya turun. Dibanding akhir 2016 berat badan saya saat akan donor darah 3 hari lalu turun 5 kg dan ini kabar baik untuk saya.

4. Yang pasti bila kita menjadi pendonor darah aktif, kita terbebas dari berbagai macam penyakit, seperti HIV, AIDS, TBC, Diabetes dan bibit sakit lainnya yang disyaratkan tidak boleh ada dalam darah pendonor.

Sangat mungkin akan bertambah panjang daftar keuntungan yang didapat pendonor darah aktif bila pendonor darah lainnya menambahkan hal baik yang dialami dalam daftar yang sudah saya tuliskan sebelumnya.

Kalau saja anda masih memikirkan untuk mulai mencoba menjadi pendonor darah, saya undang anda untuk  mendonorkan darah, pada Sabtu, 25 Maret 2017, mulai jam 10 pagi di PC Corner Cafe. Ayo Donor Darah!

Sebagai penutup tulisan ini saya mau mengajak siapa saja dan di mana saja berada untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup, saya pastikan untungnya banyak.

 

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons