Scroll to Top
Sumba Timur Alami Musim Kering Panjang, Bibit Jagung Yang Ditanam Warga Tidak Tumbuh
Posted by maxfm on 13th Januari 2017
| 960 views


Salah Satu Kebun Warga di Kalu, Kel. Prailiu, Kec. Kambera, Sumba Timur [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Hingga pertengahan Januari 2017 curah hujan sangat sedikit di banyak wilayah Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT.

Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mengatakan di Sumba Timur yang stabil dapat hujan hanya di kecamatan Tabundung dan Pinupahar , sedangkan 20 Kecamatan lainnya hujan minim.

“Wilayah Lewa sudah cukup lama tidak turun hujan, malah kemain kami ke Kecamatan Ngadungala hampir seminggu sudah tidak ada hujan, Kecamatan Ngadu Ngala, Karera (di Selatan Sumba Timur ) tidak hujan, apalagi wilayah Timur, ini memang kondisi yang cukup berat bagi dihadapai oleh daerah Sumba Timur, seperti di Ngadungala, bibit yang sudah ditanam rusak,” kata Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Jumat (13/01/2017).

Masih kata Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, karena masa tanam petani sudah lewat dan bibit jagung yang ditanam warga rusak maka tidak jalan lain selain pihaknya di Pemda Sumba Timur lewat Dinas terkait menyiapkan bantuan bibit untuk warga.

Sementara itu salah satu warga di Kampung Kalu, Kelurahan Pariliu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Frans Wora Hebi mengatakan, biasanya di pertengahan Januari setiap tahun dirinya sudah bisa memanen sayur labu, tapi tahun ini tanaman labu yang ditanamnya kering dan mati karena tidak dapat hujan.

Dari pantauan maxfmwaingapu.com di sekitar Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, rata-rata belum ada warga yang menanam jagung di kebunnya, lahan masih terlihat kosong, padahal di tahun-tahun sebelumnya di pertengahan Januari, biasanya tanaman jagung sudah setinggi pinggang orang dewasa.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons