Scroll to Top
Udang Tak Tahu Dibungkuknya
Posted by Frans Hebi on 15th Juni 2016
| 2079 views

Frans Wora Hebi : Pengasuh Tetap Acara Bengkel Bahasa di Radio Max FM [ Foto : Heinrich Dengi }
Frans Wora Hebi : Pengasuh Tetap Acara Bengkel Bahasa di Radio Max FM [ Foto : Heinrich Dengi ]
MaxFM, Waingapu – Di media ini sudah pernah kita mengangkat ungkapan “Bahasa Menunjukkan bangsa” dan peribahasa, “Adakah Buaya Menolak Bangkai?”  Kali ini kita mengangkat perumpamaan, “Udang Tak Tahu Dibungkuknya”

Dalam bahasa Indonesia semua ungkapan, ucapan yang memiliki gaya khusus seperti gaya bahasa, pepatah, peribahasa, ungkapan, tamsil/ibarat, dalam bahasa asing disebut figur of speech. Makna ungkapan-ungkapan tersebut harus ditafsirkan karena memiliki konotasi sebagai kebalikan dari denotasi yang memiliki arti lugas.

Ungkapan Udang Tak Tahu Dibungkuknya perlu ditafsir karena maknanya berada di luar kata-kata itu. Jadi harus mencari benang merah yang menghubungkan antara makna penafsiran dengan makna harafiah kata-kata tadi.

Orang Arab membagi manusia dalam empat tipe. Pertama. Dia tidak tahu, tapi dia tahu bahwa dia tidak tahu. Kedua, Dia tahu, tapi dia tidak tahu bahwa dia tahu. Ketiga, Dia tahu, tapi dia tahu bahwa dia tahu. Keempat, Dia tida tahu, tapi dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu.

Tipe keempat ini kalau kita sederhanakan dengan bahasa yang mudah dimengerti mengandung arti, sesungguhnya dia bodoh, tapi dia tidak menyadari akan kebodohannya. Sama persis dengan ungkapan bahasa Indonesia, Udang Tak Tahu dibungkuknya. Orang yang tidak menyadari kekurangan dan keterbatasannya malahan berlagak sok tahu.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons