Scroll to Top
Dahlan Iskan di Sumba : Dari Ban Pecah, Kaliandra Hingga PLTB
Ditulis oleh maxfm on 6th Oktober 2014
| Dilihat 1446 kali
Menteri Dahlan Iskan Foto dengan Warga Kalihi
Menteri Dahlan Iskan Foto dengan Warga Kalihi

MaxFM, Waingapu – “Saya kurang pintar nyetir mobil di Sumba,” kata Dahlan Iskan saat saya jumpai di Bandara Umbu Mehang Kunda siang tadi, Senin ( 6/10 ).

Pernyataan “kurang pintar nyetir di Sumba” ini kata Dahlan Iskan akibat sudah 2 kali mobil yang disetir sendiri oleh dirinya cekala di Pulau Sumba. Kejadian pertama beberapa tahun lalu saat Menteri BUMN ini bersama tim PLN berkunjung di Sumba dan dengan mobil menelusuri Sumba mulai dari Waingapu ke Sumba Barat, menggunakan mobil Strada, Dahlan menyetir sendiri dan mobil dipacu cukup kencang, akibatnya mobil selip di daerah dekat Lewa dan sempat terjadi benturan cukup keras dengan mobil lain, mobil peot beruntung Pak Menteri aman dan tidak terluka.

Celaka yang kedua kemarin Minggu ( 5/10 ), kunjungan kali ini menurut Mentri BUMN Dahlan Iskan rencananya untuk melihat perkembangan pemakaian kincir angin yang yang dibuat oleh Ricky Elson yang sudah di pasang dan digunakan untuk melistriki puluhan rumah warga miskin di Tana Rara dan Kalihi Sumba Timur. Mobil yang disetir sendiri oleh Dahlan Iskan ke arah Tana Rara bannya tidak tahan menerima tajamnya bebatuan yang ada disepanjang perjalanan, mau apa di kata ban mobil pecah dan untuk melanjutkan perjalan terpaksa Pak Menteri harus pindah mobil.

Tentang ban mobil yang pecah kemarin, Dahlan Iskan mengaku dirinya kurang pintar nyetir mobil di jalan bebatuan dan rusak, “Rodanya hancur kena batu-batu yang tajam, ternyata saya tidak bisa memilih mana batu tajam mana tidak, saya hantam saja jadi ancur rodanya, felegnya juga hancur, saya minta maap,” kata Dahlan Iskan.

Menteri Dahlan Iskan Foto Bersama Warga Kalihi Saat Lampu di Rumah Warga Menyala
Menteri Dahlan Iskan Foto Bersama Warga Kalihi Saat Lampu di Rumah Warga Menyala

Kunjugan ke Sumba kali ini kata Dahlan Iskan, selain untuk melihat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, dirinya menyempatkan untuk mengunjungi tempat Pemeliharaan Sapi milik Pemerintah di Kabaru. Tentang Kabaru Dahlan mangaku cukup senang, karena ada perkembangan yang menggembirakan. “ Kalau dulu saat pertama saya datang kesana jumlah ternaknya sekitar sekitar seribu sapi, saat kunjungan kemarin jumlah sapinya sudah sekitar 3 ribu,” kata Dahlan Iskan.

Menteri yang tidak mau repot dengan urusan protokoler ini menambahkan dirinya juga ingin mengembangkan Kaliandra besar-besaran di Indonesia termasuk di Sumba. “Tadi pagi ketika matahari terbit saya berkunjung ke beberapa rumah warga dan berdiskusi serta melihat ada pohon Kaliandra di rumah warga, sehingga kalau dikembangkan di sini tidaklah sulit karena warga sudah mengenal Kaliandra, dan kalau nanti pengembangan Kaliandra jadi di sini bisa menjadi tambahan sumber penghasilan keluarga, Kalaindra lanjut Dahlan Iskan akan dikembangkan sebagai pohon energi.”

Tentang pengembangan PLTB di Sumba Dahlan Iskan mengaku senang karena PLTB di 3 lokasi di Sumba Timur berjalan baik dan listriknya sudah digunakan masyarakat setahun lebih serta tidak ada kendala berarti. “Saya merasa puas dan merasa hasil isntalasi dan pemanfaatan PLTB di Sumba Timur melebihi dari yang saya bayangkan,” kata Dahlan Iskan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan di Bandara UMK
Menteri BUMN Dahlan Iskan di Bandara UMK

Tambah menteri BUMN Dahlan Iskan, pengembangan PLTB ini dimotori oleh Ricky Elson, anak Indonesia yang punya pengalaman 12 tahun belajar di Jepang kemudian pulang ke Indonesia mengembangkan mobil listrik, hasil temuan Rycki Elson berupa generator listrik untuk taman listrik tenaga angin. “Jadi generator listrik untuk taman listrik tenaga angin, generator itu ciptaan dia ( Ricky Elson ), ini istimewa di dunia, dia boleh dikata nomor satu karena hanya menggunakan magnet 200 gram, padahal generator listrik umumnya di dunia menggunakan magnet yang beratnya 1.6 Kg.,” kata Dahlan Iskan. Masih Kata Dahlan Iskan dirinya baru saja mengunjungi daerah Tana Rara Kecamatan Pandawai Sumba Timur yang sudah dipasang PLTB buatan Ricky Elson, hasilnya baik, ada 48 kincir angin kecil yang dipasang dengan daya lisrik yang dihasilkan 24 Kilowatt dan 52 rumah tangga miskin di daerah ini sudah menikmati listrik di rumah mereka bahkan ada keluarga yang seumur hidupnya baru kali ini punya listrik sendiri di rumahnya.

Pengembangan PLTB di Sumba menjadi bagian dari Program yang digagas oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dan LSM HIVOS yakni Sumba Iconic Island, program ini ingin  menjadikan  Pulau Sumba sebagai pulai ikon pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

 

Print Friendly, PDF & Email
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone
Berita lainnya:close