
MaxFM Waingapu, SUMBA – Kawasan wisata di bawah pengelolaan Taman Nasional bersiap menyambut era baru layanan dengan menghapus transaksi tunai secara total. Mulai 1 Juli 2026, seluruh pengunjung diwajibkan menggunakan sistem pembayaran digital QRIS untuk semua jenis pungutan, termasuk tiket masuk. Saat ini, pengelola masih dalam masa uji coba dan gencar melakukan edukasi kepada wisatawan.
Kebijakan ini merupakan langkah tegas pengelola untuk mendigitalisasi sistem pemungutan biaya operasional secara menyeluruh.
Manggala Agni, Taman Nasional Manupeu Tana Daru dan Laiwanggi Wanggameti (TN MATALAWA) di Kabupaten Sumba Barat di pintu masuk Air Terjun Lapopu, Ridwan Meto, mengungkapkan bahwa masa transisi menuju sistem non-tunai telah berlangsung sejak Januari hingga Mei 2026.
“Pemberlakuan penuh akan kami mulai pada 1 Juli 2026, saat ini kami masih dalam masa uji coba dan terus mengedukasi wisatawan,” ujar Ridwan saat ditemui Senin, 22 Juni 2026 sore.
Meski demikian, ia mengakui bahwa masih ada tantangan di lapangan, terutama bagi wisatawan lokal dari daerah seperti Sumba yang belum terbiasa dengan pembayaran digital.
“Beberapa tamu masih datang membawa uang tunai. Untuk mereka, kami masih menyediakan layanan manual dengan karcis kertas selama masa penyesuaian ini. Petugas juga akan mengarahkan agar beralih ke QRIS demi mendukung kebijakan ini,” jelasnya.
Kebijakan ini, selain bertujuan untuk modernisasi layanan dan efisiensi di masa depan, juga sejalan dengan program digitalisasi layanan publik di sektor konservasi. Penerapan sistem non-tunai yang seragam diharapkan dapat menciptakan standarisasi pencatatan pungutan masuk dan meningkatkan akuntabilitas.
Meskipun terdapat kendala adaptasi bagi sebagian wisatawan, pengelola berkomitmen penuh untuk menjalankan kebijakan ini. Kehadiran solusi manual bagi tamu yang mengalami kendala teknis selama masa transisi diharapkan dapat menjadi jembatan yang mulus menuju sistem pembayaran digital yang sepenuhnya modern.
Untuk diketahui, tiket masuk ke lokasi Air Terjun Lapopu untuk wisatawan lokal RP10Ribu perorang, wisatawan asing RP150Ribu, dan akan diantar oleh 1 orang petugas lapangan dari warga setempat. Biaya untuk pemandu setempat yang kami bayar saat kunjungan RP50Rupiah. [HD]


![Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa Menjelaskan ke Awak Media Terkait kasus Pembuhan dan Kekerasan di Blok M, Matawai dan Menunukkan barang Bukti Parang Sumba yang digunakan untuk Membunuh dan Melukai korban [Foto: Heinrich Dengi]](http://maxfmwaingapu.com/wp-content/uploads/2026/06/j-102x75.jpg)




