Scroll to Top
Adat Perkawinan Suku Kodi
Posted by maxfm on 11th Maret 2022
| 631 views

MaxFM, Waingapu – Suku Kodi berada di Sumba Barat Daya (SBD) yang terdiri dari empat kecematan. Kec.kodi, Kec.kodi Utara, Kec.Kodi Bangedo, dan Kec.Balaghar. Penduduk sekitar 100.000.




Menurut adat kodi perkawinan harus diluar marga. Kalaupun anak paman diperbolehkan oleh adat tapi kini pihak gereja melarang, karenanya dengan anak paman sudah tidak ada lagi. Tambahan pula dalam bulan oktober (2014) Gereja Katolik di Sumba tidak melayani pemberkatan perkawinan semacam ini.

Dalam perkawinan adat ada beberapa hal yang dianggap tabu. Jika dilaranggar pasangan itu mendapat sangsi adat, sangsi sosial yang tidak bisa dihilangkan seumur hidup.



Perkawinan yang dilarang:
1.Bapak bersaudara
2.Mama bersaudara
3.Sewalla (semarga,serumpun). Misalnya, antara walla Nggawi dengan walla Nggawi, walla Biri dengan walla Biri, walla Tube dengan walla Tube, walla Loghe dengan walla Loghe, seterusnya. Dikodi terdapat lebih dari 100 walla.
4.Separona (paraingu) yakni kampung besar tempat persekutuan suku kodi. Karena yang mendirikan parona pertama tempo dulu bersaudara.

Seluruh kodi memiliki kurang lebih 100 parona bandingkan dengan kabihu di Sumba Timur yang berjumlah 227. Tiap parona terdiri dari 15-20 rumah adat (joglo), dan tiap rumah adat terdiri dari 30 – 50 kk.Hanya satu kk, biasanya yang sudah tua yang menjaga rumah adat, yang lain menyebar kepedalaman membentuk kampung-kampung/dusun kecil. Dalam pesta adat seperti Wolek, Nale, seluruh warga kembali ke kampung besar untuk ikut merayakan pesta-pesta seperti yg tertera diatas.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons