Scroll to Top
Di Sumba: Janda Tidak Boleh Dibelis Lagi
Posted by Frans Hebi on 19th Agustus 2019
| 20592 views

Di Kodi Sumba Barat Daya sebagai tanda kesatuan suami-isteri selain ungkapan ole uma (teman serumah/sekamar) nama awal suami-isteri digandeng/dirangkai. Misalnya suami bernama Rangga Mone dan isteri Muda Botha menjadi Rangga Muda untuk suami dan Muda Rangga untuk isteri. Walaupun Rangga Mone kawin lagi dengan Pati Kaka dan Deta Karere. Untuk suami tetap dirangkai dengan nama isteri pertama. Kedua isteri boleh dirangkai dengan suami; Pati Rangga dan Deta Rangga. Kalau suami meninggal lebih dulu maka isteri-isteri tadi terutama isteri pertama walaupun sudah bersuami lagi maka jenazah mereka harus disatukan dengan suami pertama karena mereka ini sudah dibelis. Tidak ada kompromi supaya salah satu dari kedua isteri tadi boleh dikubur bersama suami yang baru meski suami baru ini tidak punya isteri lain.



Jika janda dibelis lagi kasarnya sama dengan diperjual-belikan. Sudah dibelis (dibeli) kemudian dijual lagi. Timbul pertanyaan. Kalau isteri ini meninggal siapa yang berhak sekubur dengan dia, suami pertama atau kedua karena sama-sama membayar belis. Saya kira inilah masalahnya sehingga tidak boleh dobel membelis.

Boleh bersuami lagi tanpa membayar belis. Mungkin hanya acara sederhana untuk sekedar memberitahukan kepada kaum keluarga bahwa inilah pengganti almarhum yang memelihara isterinya dan anak-anaknya. Istilahnya di Waijewa kona, di Kodi rawing. Kalau di Kodi jika yang rawing itu saudara kandung suami maka cukup potong ayam, boleh juga babi. Jika orang lain yang rawing selain potong babi istilahnya tunu juga ditambah satu ekor kuda tapi ini bukan belis yang disaksikan oleh kaum-kerabat almarhum.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons