Scroll to Top
Nilai Puitis Di Balik Lagu Sungai Kambaniru
Posted by maxfm on 2nd Agustus 2017
| 5192 views

MaxFM, Waingapu – Banyak komponis yang menjadikan sungai sebagai obyek penciptaan lagu mereka. Maka banyak lagu yang bertemakan sungai semisal, Di Tepinya Sungai Serayu, Sungai Musi, Kali Mas, Bengawan Solo yang sudah sangat terkenal di Asia khususnya Jepang. Bahkan pemerintah Jepang pernah memberikan Rp 1 milyar kepada Gesang karena lagu ini sangat terkenal sampai-sampai banyak orang Jepang tidak tahu kalau lagu ini berasal dari Indonesia.

Keindahan Sungai Kambaniru telah mengilhami Ibu Mathelda Taka (Nyonya Daniswan Anwar) untuk menggubah lagu Kambaniru yang pernah ngetop di tahun 1960-an. Ketika pada tahun 1996 kami menyuratinya di Cimanggis, Bogor untuk menulis personality features/profil yang dimuat Pos Kupang, Ibu dari dua anak kelahiran Kambaniru ini berterus-terang bahwa lagu Kambaniru diciptakan bersama Pak Amir yang waktu itu kepala RRI Kupang.

Ditanya latar belakang penciptaan lagu itu yang kini nyaris terlupakan, Ibu Mathelda berkisah. Pada tahun 1960 ada permintaan kepala RRI Kupang agar masyarakat NTT menciptakan lagu-lagu yag bernapas kedaerahan termasuk keindahan alamnya. Dan Ibu Mathelda pun terpanggil untuk mengabadikan keindahan sungai Kambaniru dalam lagunya, maka lahirlah lagu Kambaniru pada tahun 1963 yang sempat top hit pada jamannya. Akan tetapi lagu ini perlahan-lahan hilang dalam ingatan masyarakat Waingapu karena waktu itu muncul lagu-lagu baru yang cukup menggoda seperti Sungai Kahayan-nya Alfian, Teluk Bayur nan Permai-nya Erni Djohan, atau Patah Hati-nya Rahmad Kartolo.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons