Scroll to Top
Sindir – Menyindir
Posted by maxfm on 15th Juli 2014
| 8325 views

Ada juga sejenis pantun kilat atau karmina yang digunakan untuk menyindir. Karmina adalah pantun yang terdiri dari dua baris tiap larik dan bersajak a-a. Baris pertama merupakan sampiran, dan baris kedua adalah isi. Jika mau menyindir, cukup sampirannya saja yang diucapkan, karena dengan sendirinya orang yang dituju paham apa maksudnya.
Contoh: -Kurang pikir kurang siasat
-Tentu dirimu kelak tersesat

-Pinggan tak retak nasi tak dingin
-Engkau tak hendak aku tak ingin

-Jinak-jinak merpati
-Didekati ia terbang

-Malu-malu kucing
-Di belakang orang mengeong

-Ujung bendul dalam semak
-Kerbau mandul banyak lemak

-Kayu lurus di tengah ladang
-Kerbau kurus banyak tulang

Ada sejenis ironi yang disebut satire, yakni suatu uraian yang panjang dalam sebuah tulisan. Untuk memahaminya harus dibaca secara keseluruhan. Satire mengandung kritik yang menertawakan atau menolak sesuatu yang merupakan kelemahan manusia. Tujuannya untuk melakukan perbaikan secara etis maupun estetis. Biasanya tulisan itu dalam bentuk opini.

Contoh tulisan kami yang mengandung satire: ( Di sini kami hanya sebutkan judulnya)
–    Pendidikan Kita yang Penuh Buram
–    Sebuah Esai tentang Sang Guru yang Gelisah
–    Belum Saatnyakah Teori Walace Itu Ditinjau Kembali?
–    Pengajaran Tata Bahasa Tidak Relevan Lagi Dewasa Ini
–    Pak Kutip dan Pak Turut Memprotes

Inuendo adalah sejenis sindiran dengan mengecilkan keadaan yang sebenarnya. Sindiran yang mensugesti secara tidak langsung, karena itu tidak menyakitkan hati jika dilihat sepintas.
Contoh: – Setiap kali ada pesta, pasti dia akan sedikit mabuk karena terlalu banyak minum.
–    Ia menjadi kaya-raya karena sedikit melakukan komersialisasi jabatan.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons