Scroll to Top
Salah Kaprah
Posted by maxfm on 3rd Juni 2014
| 30453 views
Frans Wora Hebi, Senang Menulis, Narasumber Tetap di Acara Bengkel Bahasa Max FM
Frans Wora Hebi, Senang Menulis, Narasumber Tetap di Acara Bengkel Bahasa Max FM

MaxFM, Waingapu – Kaprah dalam bahasa Jawa berarti lazim. Salah kaprah berarti kelaziman yang slah. Sebuah kata telanjur dipakai dalam arti yang salah. Meskipun kemudian disadari bahwa penggunaan kata itu salah, namun tidak bisa ditarik lagi karena sudah menyebar luas terutama pengaruh mass media (media cetak dan media elektronik). Boleh jadi kesalahan itu tidak pernah disadari sehingga aman-aman saja.

Banyak contoh salah kaprah baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa daerah. Kata satu sebenarnya terdiri dari dua kata. Sa dan tu. Sa berasal dari kata esa, dan tu artinya orang, manusia. Kata tu yang artinya orang masih terlihat di beberapa bahasa daerah. Toraja, bahasa Sulawesi; to artinya orang, dan raja artinya hulu. Jadi orang hulu. Toyo (Kodi), ata (Waijewa, Ende), tau (Sumba Timur, Anakalang), tu (Soru), dan bahkan bahasa Jepang, hito.




Kata sa dalam bahasa Indonesia pada umumnya telah berubah menjadi awalan se yang dalam penggunaannya bisa ditambah dengan kata bantu bilangan seperti buah, batang, lembar, ekor, tangkai, bahkan orang. Kata sa yang masih bertahan kita temukan dalam tiga kata bahasa Indonesia: sa-udara (saudara), sa-anak (sanak), dan sa-tu (satu). Satu perut, satu anak dan satu orang. (Terpaksa kita gunakan kata satu).

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons