Scroll to Top
Darurat Solar! Petani Lewa Raya Ancam Segel Jalan Jika Pertamina Tak Penuhi Permintaan
Posted by maxfm on 3rd Desember 2025
Ketua Asosiasi Petani Lewa Raya, Pendeta Yohanis Umbu Tunggu Djama, menyampaikan tuntutannya ke Perwakilan Pertamina Waingapu [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Suasana memanas dalam audiensi di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumba Timur, Rabu 3 Desember 2025. Ketua Asosiasi Petani Lewa Raya, Yohanis Umbu Tunggu Djama, mengeluarkan ancaman keras: akan menutup ruas jalan antar kabupaten jika Pertamina Waingapu tidak memenuhi tuntutan penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk kebutuhan traktor petani dalam waktu tiga kali 24 jam atau hingga 5 Desember 2025.

Baca juga:
Terombang-ambing di Selat Rote, 6 Nyawa Nelayan Diselamatkan Tim SAR

Ancaman itu disampaikan secara langsung kepada perwakilan Pertamina Waingapu yang hadir. Yohanis, yang juga merupakan Pendeta GKS Kombari, menyayangkan ketidakhadiran pimpinan Pertamina yang dinilai dapat mengambil keputusan. “Situasinya emergency. Kami kekurangan ratusan ribu liter solar. Perwakilan yang datang hanya bisa menjelaskan, tidak bisa memutuskan,” tegasnya dengan nada tinggi.




Menurut perhitungan Asosiasi, untuk menggarap 8.830 hektar lahan di kawasan Lewa Raya (mencakup Kecamatan Lewa, Lewa Tidahu, Nggaha Ori Angu, dan Katala Hamu Lingu), dibutuhkan 485.650 liter solar di awal Desember ini. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kekurangan mencapai 380.000 liter. Alokasi 104.000 liter yang ada pun di Desember, sebagian besar dikeluhkan telah berada di tangan penjual eceran, bukan petani, dengan harga yang melambung tinggi.

Baca juga:
Pemkab Sumba Timur Intens Bangun Komunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk Peningkatan Infrastruktur

“Harusnya hari ini sudah demo besar. Tapi karena audiensi, kami tunda. Kalau sampai tanggal 5 tidak dijawab, kami pasti turun ke jalan dan tutup jalan,” tutur Yohanis. Langkah ini diambil karena dampak kelangkaan solar dinilai sangat serius.



Sementara itu situasi kesulitan BBM Solar untuk traktor lahan sawah, dibenarkan oleh Mama Chris, salah satu petani Lai Hau, Kecamatan Lewa Tidas, yang ikut audensi dengan DPRD Sumba Timur. Dirinya mengaku siap mengerjakan paling sedikit 4 hektar sawah, tetapi karena tidak solar tidak tersedia maka hingga hari ini sawahnya belum ditraktor.

Baca juga:
Hanya Bebas Dua Hari, Sekretaris KPU Sumba Timur Kembali Ditahan

“Hujan sudah banyak sejak awal November hingga sekarang, tetapi apa daya karena solar tidak tersedia untuk traktor petani dan habis dijual eceren di dekat SPBU Lewa juga ditempat jual eceran lain dengan harga selangit maka dengan sedih hati, sawah saya belum di traktor, bahkan sekarang rumput sudah naik tingginya sampai di pinggang orang dewasa,” jelas Mama Chris dari Lai Hau.

Tambah Mama Chris, dirinya dan petani lainnya siap turun ke jalan di Lewa untuk demo pada 5 Desember mendatang kalau Pertamina Waingapu tidak memenuhi tuntutan Asosiasi Petani Lewa Raya menyediakan Solar yang cukup untuk Petani saat awal musim tanam ini.




“Kalau ribuan hektar sawah ini tidak dikerjakan atau lambat dikerjakan hanya gara-gara Pertamina tidak sediakan solar untuk peralatan olah lahan sawah, dampaknya akan besar untuk Sumba Timur, karena biar bagaimanapun Lewa Rara sebagai sumber beras bagi kabupaten ini,”tutup Mama Chris.

Baca juga:
Wabup Sumba Timur Dengarkan Keluh Kesah Penyandang Disabilitas

Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, beserta sejumlah pejabat daerah dan pimpinan DPRD hadir dalam audiensi yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Umbu Kahumbu Nggiku (PDIP) dan Ali Oemar Fadaq (Golkar) tersebut. Lewa Raya dikenal sebagai salah satu lumbung beras utama Sumba Timur, sehingga kelambatan pengolahan lahan dikhawatirkan akan berdampak luas pada ketahanan pangan kabupaten. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons