
MaxFM Waingapu, SUMBA – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2014 memastikan seluruh lapisan masyarakat terlindungi dari risiko finansial saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Menginjak tahun kesebelas perjalanan Program JKN, sudah banyak masyarakat yang merasakan manfaat yang dihadirkan program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.
Baca juga:
Tunggakan Retribusi Kendaraan Dinas ASN Tembus Rp300 Juta, BAPENDA: Alasan Klasik Lupa Bayar
Pengalaman merasakan langsung manfaat dari Program JKN kali ini datang dari seorang ibu rumah tangga, Yuliana Tamo Ina (43) yang merupakan warga Desa Tebu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur. Saat ditemui, Yuliana sapaan akrabnya tengah setia menjaga anak sulungnya, Riski Saputra Lende (21), yang sedang dirawat di rumah sakit.
Di ruang perawatan, terlihat wajah Yuliana tampak tegar meski rasa khawatir tak bisa ia sembunyikan sepenuhnya. Putranya Riski, saat ini memiliki benjolan pada bagian punggung kanannya. Yuliana menceritakan bahwa awalnya benjolan tersebut muncul beberapa bulan lalu, sempat mengecil, tetapi beberapa waktu kemarin kembali membesar.
“Awalnya kami kira sudah sembuh, karena benjolannya mengecil. Tapi kemarin waktu Riski bantu angkat-angkat barang, tiba-tiba kambuh lagi dan dia bilang malah terasa sakit sekarang. Riski jadi sulit tidur dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya,” cerita Yuliana.
Baca juga:
Vicaris Theresia Ella Terpilih Jadi Calon Pendeta Untuk GKS Kalu
Sebagai seorang ibu rumah tangga, Yuliana mengaku penghasilan keluarganya cukup terbatas. Mengandalkan usaha kecil dan pekerjaan serabutan suaminya, biaya berobat jelas bukan hal yang mudah ditanggung. Namun, beruntung keluarga Yuliana telah terdaftar menjadi peserta JKN.
“Kalau harus bayar sendiri, jujur saya tidak sanggup. Apalagi jika harus sampai menjalani operasi. Tapi karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN, kami bisa datang ke rumah sakit tanpa harus memikirkan uang dulu. Dokter langsung tangani, anak saya langsung dapat kamar dan obat-obatan. Saya benar-benar bersyukur ada program ini,” ucap Yuliana.
Saat ditanya mengenai pelayanan yang diberikan saat anaknya dirawat di rumah sakit, Yuliana mengatakan seluruh berjalan dengan baik. Mulai dari proses administrasi hingga penanganan medis, menurutnya semua telah dilakukan sesuai prosedur.
Baca juga:
Lima Tuntutan GARDA AMAN untuk Penyelesaian Konflik Tanah Malai Kababa
“Bahkan cukup dengan menunjukan KTP anak saya, sudah bisa langsung diproses. Tidak perlu repot lagi. Pelayanan juga cepat, perawat dan dokter baik sekali dalam menjelaskan kondisi anak saya,” tambahnya.
Yulianan menganggap, Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah benar-benar hadir untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan yang adil dan merata. Dengan prinsip gotong royong, iuran peserta yang sehat digunakan untuk membantu mereka yang sedang sakit, salah satunya keluarga Yuliana.
“Dulu saya sering dengar orang cerita tentang JKN, katanya bisa bantu banyak orang yang sakit. Sekarang saya sendiri merasakan. Kalau tidak ada JKN, mungkin saya bingung harus cari pinjaman. Tapi sekarang saya lebih tenang, karena tahu anak saya bisa dirawat dengan baik tanpa kami terbebani biaya, tentu ini anugerah besar bagi kami,” tutur Yuliana.
Senada dengan sang ibu, Riski bersyukur dengan kehadiran Program JKN. Meski sedang berbaring di ranjang perawatan, ia masih bisa tersenyum mendengar doa dan semangat dari keluarga. Dokter pun tengah melakukan observasi lanjutan untuk memastikan penyebab benjolan dan rencana penanganan medis terbaik ke depan bagi dirinya.
Baca juga:
Kuasa Hukum Klaim Penetapan Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Sumba Timur Cacat Hukum
“Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu bagaimana kami membayar biaya rumah sakit sebesar ini. Untungnya semua sudah dijamin. Saya juga senang mama selalu ada di samping saya. Walau sakit, saya jadi lebih kuat karena ada keluarga yang terus dukung saya,” tambah Riski. (ok/vd)








