

MaxFM Waingapu, SUMBA – Sejak awal tahun 2025, puluhan ternak Babi milik warga di Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mati mendadak.
Baca juga:
Pemerintah Indonesia Berencana Tetapkan Batas Usia Minimum Penggunaan Media Sosial
Akibat kematian mendadak puluhan babi tersebut menyebabkan kerugian yang dialami warga di Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, mencapai mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radio MaxFM Waingapu menyebutkan selama satu pekan terakhir, sedikitnya jumlah ternak babi milik warga di Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera hingga saat ini mencapai 28 ekor.
Baca juga:
Dahsyat Serangan Virus Babi Afrika di Sumba Timur, Ribuan Babi Mati
Pihak pemerintah kabupaten Sumba Timur melalui instansi terkait memastikan virus African Swine Fever (ASF) telah ditemukan di wilayah tersebut. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan uji laboratorium dari sejumlah sampel ternak babi yang ditemukan mati beberapa waktu lalu.
“Sudah kami pastikan lewat pemeriksaan laboratorium milik dinas Peternakan bahwa babi yang mati karena ASF,” demikian Plt. Kadis Peternakan, Drh. Samuel Rundi kepada Radio MaxFM Waingapu dalam acara Warga Bicara pada Jumat, 9 Januari 2025.
Baca juga:
Mario G. Klau Kunjungi Lapas Waingapu, Berikan Semangat dan Kebahagiaan untuk Warga Binaan
Dia menjelaskan sampel ternak babi yang mati tersebut diambil dari beberapa titik antara lain dari Padadita dan Matawai. Penemuan ini semakin menguatkan dugaan wabah ASF telah menyebar luas di Sumba Timur.
“Hasilnya positif ASF. Kami menemukan 3 ekor babi dari Padadita dan 1 ekor dari Matawai yang terinfeksi virus tersebut,” ujar Drh. Samuel Rundi.