Scroll to Top
Pendidikan Terbaik, Seperti Apa Sebenarnya?
Posted by maxfm on 2nd Mei 2021
| 1369 views

Pada sesi pelatihan di sekolah tersebut penulis kemudian seperti dibuka “matanya”. Bahwa anak adalah mahluk berpikir, sama dengan kita. Bahwasanya belajarpun adalah sebuah proses, jadi apa yang kini anak belum bisa lakukan, bukan tidak mungkin akan dengan sangat baik dikuasai setelah adanya proses belajar. Jadi menurut pendapat penulis, mengkatagorikan anak-anak pada kategori-kategori tertentu adalah suatu bentuk pelabelan. Label, mungkin lebih tepat disematkan pada barang-barang, bukan pada anak.



Pelatihan guru yang penulis ikuti selama kurang lebih 4 minggu tersebut juga membuka mata penulis tentang bagaimana seharusnya kami sebagai guru mengajar.

Kami memfasilitasi anak-anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuannya sendiri. Misalnya, melalui interaksi antara anak dengan tugas kelompoknya yang kemudian membuat anak dapat menyimpulkan mengapa suatu hal bisa terjadi. Misalnya seperti ini, saat penulis kecil kami hanya diberi tahu bahwa rumus lingkaran adalah 3,14 x jari-jari. Saat itu, penulis tak mengetahui dari mana angka 3,14 itu datang. Namun di sekolah disebut diatas, guru membuat sebuah kegiatan dimana anak diberi sebuah lingkaran. Lingkaran tersebut kemudian diukur dengan benangnya, kemudian guru mengajari dari mana angka 3,14 ini datang.



Proses ini membuat anak akan berpikir, bahwa suatu peristiwa tidak serta-merta timbul dengan sendirinya, pasti ada rasionalnya. Proses berpikir mencari rasional inilah yang kemudian akan tertanam di benak anak. Guru masa kini yang sudah melewati proses pelatihan PPG (Program Pelatihan Guru) menyebutnya dengan HOTS (Higher Order of Thinking Skill).

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons