Scroll to Top
Diduga Selewengkan Gaji Pegawai Rp 7,3 Miliar, 5 ASN Ditahan Jaksa
Posted by maxfm on 19th Mei 2021
| 3277 views
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumba Timur, Okto Rikardo (duduk nomor tiga dari kanan pembaca) Saat Jumpa Pers dengan dengan awak media di Kantor Kejari Sumba Timur, Selasa (18/5/2021) malam. [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Diduga telah menyelewengkan gaji guru dan pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur tahun angaran 2019 lalu sebesar Rp 7.306.130.900., lima Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Sumba Timur ditahan jaksa penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur, Selasa (18/5/2021) malam.



Kelima ASN yang ditahan jaksa penyidik ini merupakan ASN aktif di Kabupaten Sumba Timur yakni, MM, AR, YR, HP dan YW. Lima ASN aktif ini akan menjalani masa tahanan penyidik selama 20 hari ke depan terhitung sejak Selasa (18/5/2021) hingga Minggu (6/6/2021) mendatang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumba Timur, Okto Rikardo kepada awak media di Kantor Kejari Sumba Timur, Selasa (18/5/2021) malam menjelaskan setelah melakukan proses pengumpulan barang bukti, alat bukti hingga pemeriksaan saksi-saksi, penyidik Kejari Sumba Timur menaikkan status lima orang saksi menjadi tersangka dalam kasus ini dan lima orang tersangka ini langsung ditahan.

“Kelima tersangka ini kita tahan dan akan kita titipkan di ruang tahanan Polres Sumba Timur,” jelasnya.



Okto merincikan kerugian negara yang diduga telah diselewengkan oleh kelima tersangka ini terdiri dari dua kelompok yakni pembayaran yang dilakukan atas nama pegawai yang sudah pensiun, meninggal dunia, ASN pada dinas lain, cuti diluar tanggungan negara, dan lainnya yang sesuai dengan penghitungan kerugian negara oleh tim audit dari Inspektorat Kabupaten Sumba Timur sebesar Rp 919.968.800., dan kekurangan bayar gaji guru TK, SD, SMP dan non guru yang kekurangan bayarnya sebanyak Rp 6.386.152.100.,



“Jadi total kerugian negara sesuai hasil perhitungan sebanyak Rp 7.306.120.900,” jelasnya.




Kasi Pidsus Kejari Sumba Timur, Imam Rusli menambahkan berdasarkan alat bukti yang ada saat ini penyidik menetapkan lima ASN ini sebagai tersangka dan akan segera diproses berkasnya guna didaftarkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang untuk disidangkan.




“Kalau ada bukti-bukti baru yang terungkap dalam persidangan nanti, tidak menutup kemungkinan akan ada lagi tersangka baru,” ungkap Rusli.

Pantauan media ini, ikut mendampingi Kajari Sumba Timur dalam jumpa pers kali ini yakni tim penyidik, yang terdiri dari Kasi Pidsus Imam Rusli, Kasi Pidum Muhammad Rony, Kasi Intel Doniel Ferdinan, Kasi Datun Rico dan Kasi Barang Bukti Vendy Trilaksono.



Sementara itu kuasa hukum para tersangka, Kusaeri kepada awak media usai para tersangka dibawa ke Polres Sumba Timur untuk ditahan menjelaskan saat ini pihaknya tidak akan melakukan upaya hukum terhadap penetapan dan penahanan para tersangka. Piihaknya justru bersiap untuk melakukan pembuktian di persidangan nantinya.

“Belum ada tindakan hukum saat ini,” Kusaeri. (TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons