Scroll to Top
Pemerintah Apresiasi Semua Pihak
Posted by maxfm on 11th April 2021
| 294 views
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, SH., M.Si., [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFm, Waingapu – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengapresiasi kerja keras dan semangat gotong royong yang dilakukan oleh semua stake holder untuk kembali membuka akses jalan dan juga menyediakan makanan hingga bahan makanan bagi korban banjir dan juga badai Seroja di Sumba Timur. Pemerintah juga memohon maaf bagi masyarakat yang belum berhasil dijangkau bantuan pemerintah.




Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoi, SH., M.Si menyampaikan hal ini kepada MaxFm melalui sambungan telepon dengan Radio MaxFm 96.9, Sabtu (10/4/2021). Dijelaskannya dengan partisipasi lembaga gereja, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), TNI/Polri, dan semua elemen masyarakat lainnya, telah mampu meringankan beban pemerintah dalam menghadapi bencana banjir bandang dan Badai Seroja, Minggu (4/4/2021) hingga Selasa (6/4/2021) dini hari lalu.



“Kalau semuanya dibebankan kepada pemerintah, pasti kami tidak akan sanggup,” jelasnya.

Terkait kondisi terakhir masyarakat yang menjadi korban dalam bencana kali ini, mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur ini menambahkan, Bupati Sumba Timur, Kristofel Praing sudah melakukan pemantauan melalui udara menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sehingga kondisi ini kemudian disusun laporannya oleh perangkat daerah masing-masing untuk dilaporkan ke kementerian terkait di Jakarta guna mendapatkan perhatian dan penanganan secepatnya.

“Semua laporan sudah siap dan akan kita titipkan melalui Ketua Komisi III DPR RI yang akan berkunjung ke Waingapu,” ungkapnya.

Bendungan Kambaniru Rusak Diterjang Banjir, Rabu (07/04/2021), [Foto: Heinrich Dengi]




Dalam kelengkapan data ini sendiri, Domu Warandoi sendiri mengaku telah memberikan peringatan keras kepada 11 orang camat karena saat bencana terjadi sebagiannya justru sedang berada di Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur sehingga kemudian menjadi lambat dalam memberikan laporan kerusakan yang terjadi di wilayahnya masing-masing.

“Kami sendiri di kabupaten nyaris tidak tidur untuk mengumpulkan data-data dari masyarakat,” urainya.

Sedangkan terkait dengan kondisi Bendungan Kambaniru di Lambanapu yang mengalami kerusakan berat dalam musibah banjir kali ini, mantan Sekretaris KPU Kabupaten Sumba Timur ini menguraikan pemerintah sudah mengkoordinasikan hal ini dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) II di Kupang sehingga diminta untuk segera dibuatkan laporan dan permohonan pembangunan kembali Bendungan Kambaniru di Lambanapu untuk dikirimkan surat tersebut ke BWS NT II di Kupang dan juga ditembuskan ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.



“Kita dapat sinyal akan dibangun kembali Bendungan Kambaniru tahun ini (2021),” ungkapnya.

Domu Warandoi juga mengapresiasi insan pers yang terus memberitakan kondisi-kondisi terakhir masyarakat pasca bencana sehingga pemerintah dan masyarakat dapat mengetahui kondisi di lapangan untuk kemudian dapat diambil langkah-langkah penanganan secara lebih cepat dan tepat.

“Terima kasih juga karena teman-teman wartawan termasuk Radio MaxFm yang sudah bekerja keras untuk membantu pemerintah dengan memberikan informasi-informasi yang teraktual di lapangan,” tegasnya.



Domu juga mengapresiasi kerja sama dan dukungan dari masyarakat dan semua elemen yang ada sehingga akses jalan Waingapu-Wulla Waijelu sudah mulai dapat dilalui sejak dua hari lalu dan juga ruas jalan Waingapu-Karera sudah mulai dapat diakses sehingga bantuan bahan makanan dapat segera diatur untuk bisa disalurkan kepada masyarakat yang manjadi korban.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons