Scroll to Top
Bendungan Kambaniru Segera Diperbaiki
Posted by maxfm on 15th April 2021
| 611 views
Bupati Sumba Timur, Drs. Kristofel Praing, M.Si., memberikan sambutan di acara pemberian dana bantuan bencana Bank NTT untuk Sumba Timur di dekat Bendungan Kambaniru, Selasa (13/04/2021) [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Bendungan Kambaniru yang terletak di Kelurahan Maulumbi, Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur segera diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) II Kupang. Bendungan Kambaniru merupakan salah satu fasilitas umum yang rusak diterjang banjir bandang, Minggu (4/4/2021) lalu.



Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M.Si menyampaikan hal ini kepada MaxFm melalui sambungan telepon dengan Radio MaxFm 96.9 Waingapu Rabu (14/4/2021). Dijelaskannya hal ini sesuai dengan diskusi dirinya dengan Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Prof. Dr. Eko Winar Irianto Selasa (13/4/2021) di lokasi bendungan.

Karena itu Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sumba Timur ini mengapresiasi respon cepat dan tanggap nya pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan juga pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terhadap kerusakan Bandungan Kambaniru ini.

“Terima kasih untuk perhatian dari pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat,” jelasnya.



Dijelaskannya dalam diskusi bersama Prof. Eko Winar Irianto, dan tim dari BWS NT II Kupang, diperoleh penjelasan bahwa akan langsung dilakukan penanganan terhadap kerusakan yang ada pada Bendungan Kambaniru agar daerah persawahan yang menggunakan air dari Bendungan Kambaniru dapat tetap diolah untuk ditanami.

“Penanganan ini untuk memastikan air tetap mengalir di saluran primer irigasi,” ungkapnya.

Ditambahkannya pada kesempatan tersebut dirinya juga menyampaikan keluhan masyarakat yang menderita karena adanya genangan yang ditimbulkan dari adanya Bendungan Kambaniru di wilayah Kapua Ratu, Khristofel Praing menegaskan bahwa keluhan tersebut juga sudah langsung disampaikan nya kepada Prof. Eko Winar Irianto dan tim dari BWS NT II.

“Itu (penanganan genangan di Kapua Ratu) akan dilakukan pada tahap dua. Karena tahap satu ini hanya untuk memastikan air mengalir agar masyarakat bisa tetap menanam,” urainya.




Namun pria yang akrab disapa Kris Praing ini menambahkan pemerintah Kabupaten Sumba Timur akan terus meyakinkan pihak BWS NT II dan Kementerian PUPR bahwa persoalan genangan tersebut juga penting dan harus dapat diambil solusi bagi genangan di Kapua Ratu sehingga masyarakat di wilayah Kapua Ratu diharapkan tetap mendukung pemerintah agar perjuangan ini dapat menghasilkan solusi yang baik bagi masyarakat.

“Saya sebagai bupati akan terus berjuang untuk menyelesaikan masalah (genangan) itu. Karena ada sekitar 40 hekta are lahan yang tidak bisa dikelola akibat genangan tersebut,” tegasnya.




Mengenai jumlah warga yang mengungsi dan kerusakan rumah warga maupun fasilitas umum yang rusak akibat banjir bandang dan Badai Siklon Tropis Seroja Minggu-Selasa (4-6/4/2021) lalu, Kris Praing mengaku jumlah pengungsi sempat mencapai 20 ribu lebih. Namun saat ini tersisa 500-an warga yang masih berada di pengungsian karena rumah yang rusak berat dan kendala lainnya.

“Kerusakan rumah ada 9.186 rumah, jembatan putus ada 14 jembatan, 23 ruas jalan putus, lima bendungan dan dua daerah irigasi,” jelasnya.

Kerugian material yang dialami masyarakat dalam bencana diawal kepemimpinannya sebagai Bupati Sumba Timur ini memang cukup banyak sehingg sangat tidak mungkin untuk dapat diperbaiki atau ditangani sendiri menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) II Kabupaten Sumba Timur. Karenanya respon pemerintah provinsi dan pemerintah pusat yang sangat baik ini akan sangat membantu pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk melaksanakan penanganan pasca bencana di Kabupaten Sumba Timur dengan lebih baik.



“Kita berharap tidak ada ikutan dengan masalah kesehatan masyarakat pasca bencana ini,” urainya.

Kris Praing juga mengapresiasi solidaritas sosial masyarakat Sumba Timur yang tidak terdampak dalam menyediakan dapur umum guna membantu warga masyarakat yang terdampak dan membutuhkan uluran tangan baik makanan maupun peralatan lain dan juga bahan makanan pasca banjir surut.




“Kohesi sosial kita kuat dan harus kita rawat, buktinya bisa kita lihat, teman-teman kita umat Muslim juga ikut membangun dapur umum untuk membantu kaum Nasrani yang terdampak dan ini tentu sangat baik untuk kita pertahankan dan tingkatkan ke depan,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons