Scroll to Top
Puskesmas Waingapu Sudah Vaksin 300-an Orang
Posted by maxfm on 18th Maret 2021
| 448 views
Penyiar Radio sekaligus Reporter MaxFm Waingapu, Raymond R. Come Menerima Vaksin Covid-19 Dosis Pertama [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Puskesmas Waingapu sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang melaksanakan program vaksinasi Covid-19 sampai dengan Kamis (18/3/2021) sudah melakukan vaksinasi kepada lebih dari 300 orang. Penerima vaksinasi ini terdiri dari para tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Waingapu, prajurit TNI, anggota Brimob, apoteker, jurnalis dan petugas KKP.



Penanggung jawab program vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Waingapu, dr. Wiliam Wongkar mengungkapkan hal ini saat diwawancarai di sela-sela pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 untuk para wartawan, petugas KKP dan apoteker yang berlangsung di Kantor Kelurahan Matawai, Kamis (18/3/2021).

Diuraikannya program vaksinasi ini sudah masuk tahap kedua, dimana tahap pertama dengan Nakes sebagai sasaran penerima vaksin Puskesmas Waingapu berhasil memvaksin 65 Nakes yang lolos skrining di Puskesmas tersebut.

“Untuk Nakes semuanya sudah mendapatkan dua kali suntikan, sehingga selesai,” jelasnya.

Selanjutnya untuk tahap kedua dengan sasaran pelayan publik pihaknya sudah melakukan dalam tiga tahapan yakni untuk prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilaksanakan di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) beberapa waktu lalu, kemudian diikuti oleh pelaksanaan vaksinasi untuk anggota Satbrimob, lalu untuk insan pers, apoteker, dan juga petugas Kesyahbandaran dan Kesehatan Pelabuhan (KKP).




“Anggota TNI ada 200-an, anggota Brimob ada 40-an, Nakes 65 dan hari ini dari teman-teman wartawan, apoteker dan KKP sudah 35 orang. Jadi totalnya sudah lebih dari 300 orang,” ungkapnya.

Berapa Jurnalis Menerima Dosis Pertama Vaksin Covid-19 di Aula Kelurahan Matawai, Kamis (18/03/2021) [Foto: Heinrich Dengi]

Mengenai jumlah vaksin yang diterima Puskesmas Waingapu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur untuk tahap dua dengan sasaran pelayan publik ini, dr. Wiliam menuturkan pihaknya menerima jatah sebanyak 38 vial vaksin dengan masing-masing vial berisi 10 dosis atau lima mili liter, sehingga untuk satu vial vaksin dapat diberikan kepada 10 penerima vaksin.




“Vaksin nya yang ini satu vial isinya untuk 10 orang, jadi kita harus pastikan penerima vaksin bisa mencapai 10 orang saat membuka satu vial vaksin,” ungkapnya.

Dijelaskannya setiap vial vaksin harus habis digunakan dalam kurun waktu maksimal enam jam sejak dibuka. Karena itu pihaknya melakukan pendataan secara cermat baru menentukan waktu pelaksanaan vaksin sehingga vaksin yang ada dapat dipergunakan semaksimal mungkin.



Mengenai kondisi vaksin yang diterima dari Dinkes Kabupaten Sumba Timur sejak pelaksanaan vaksinasi pertama untuk Nakes hingga tahap kedua ini, semua kondisi vaksin masih dalam keadaan baik dan layak digunakan sehingga bagi pelayan publik yang sudah terdaftar untuk menjadi penerima vaksin diharapkan untuk tidak takut karena vaksin ini dipastikan aman dan halal untuk digunakan di Indonesia.

“Sampai saat ini kita belum menemukan ada vaksin yang rusak, dan semua penerima vaksin juga tidak ada yang mengalami KIPI (Kondisi Ikutan Pasca Imunisasi) yang berat. Semuanya masih normal dan kita pastikan aman,” tandasnya.

Penyiar Radio sekaligus Reporter MaxFm Waingapu, Raymond R. Come secara terpisah mengaku tidak mengalami kondisi ikutan yang berat setelah menerima vaksin dosis pertama Kamis (18/3/2021). Karenanya dirinya meyakini vaksin ini baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19.



“Bagi saya mendapat suntikan vaksin ini biasa saja, karena saya sudah biasa donor darah dengan jarum yang besar, jadi jarum untuk vaksinasi covid ini kecil saja, hanya setelah suntik saya rasa keram-keram sedikit di bekas suntikan dan itu normal seperti kita disuntik saat sakit dan berobat ke rumah sakit,” ungkapnya.

Masih kata Raymond, dirinya berterima kasih ke pemerintah atas kesempatan mendapatkan vaksin covid-19 bagi pekerja media dan berjani akan tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan meskipun sudah divaksin.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons